Ratusan Mahasiswa dan Aktivis Protes Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani

📌 Ringkasan Berita:
  • Ratusan massa dari Koalisi Masyarakat Sipil dan BEM unjuk rasa di Tugu Tani, Jakarta, merayakan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Mereka membawa spanduk protes, termasuk kritik terhadap kinerja pemerintah dan isu kebakaran hutan.
  • Aksi ini diwarnai dengan orasi semangat dan penyediaan makanan ringan gratis untuk warga, sementara aparat kepolisian menjaga keamanan.

Ratusan massa dari Koalisi Masyarakat Sipil dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa universitas, berkumpul di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa sore, 20 Oktober 2026.

Mereka menggelar unjuk rasa bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang jatuh pada hari ini.

Pantauan gelora.co di lokasi, massa dari elemen koalisi masyarakat sipil dan mahasiswa itu membentangkan sejumlah pamflet dan spanduk bernada protes.

Protes Terhadap Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran di Tugu Tani

Ada beragam spanduk yang dibentangkan, seperti “All Eyes On Karhutla. Prabowo Harus Tanggung Jawab!”, dan “Banyak Asap Di Sana, Pejabatnya Party Di Istana”.

Mereka juga menampilkan protes bertuliskan “Program Cacat!” sebagai bentuk kritik terhadap kinerja dua tahun kepemimpinan tersebut.

Tak hanya itu, massa juga menyediakan makanan ringan gratis bagi warga yang hadir, dengan slogan “Snack Gratis dari Rakyat untuk Rakyat”.

Hingga berita ini diturunkan, orasi massa berlangsung dengan semangat, diiringi lagu-lagu kritik terhadap pemerintah, termasuk teriakan “Rezim ini, rezim ini, rezim ini anti rakyat” yang menggema di lokasi.

Sementara itu, sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga, memastikan bahwa jalannya aksi tetap kondusif, dengan situasi lalu lintas di sekitar Tugu Tani terpantau lancar.

Respons Masyarakat terhadap Aksi Protes dan Isu Karhutla

Protes ini jelas merupakan bentuk ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan yang sudah berlangsung dua tahun.

Dengan berbagai spanduk dan orasi, massa berusaha menyampaikan aspirasi dan kritik mereka secara terbuka.

Perkembangan berikutnya akan terus dipantau oleh masyarakat dan media, yang menanti bagaimana pemerintah akan merespons unjuk rasa ini.




Sumber: gelora.co (2026-10-20)

0 Komentar

Produk Sponsor
Featured Image
Politik Nasional

Judul Berita