Jokowi Diprediksi Tetap Mendukung Kaesang Memimpin PSI Meski Ada Tawaran Ketua Umum

📌 Ringkasan Berita:
  • Jokowi diprediksi tidak akan mengambil alih posisi Ketua Umum PSI untuk mendukung karier politik putranya, Kaesang Pangarep.
  • Banyak kader PSI mengidolakan Jokowi sebagai role model, namun partai memerlukan pemimpin baru untuk meningkatkan elektabilitas.
  • Jokowi berencana melakukan safari politik untuk mendongkrak elektabilitas PSI tanpa merusak reputasi Kaesang.

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), diprediksi tidak akan mengambil alih posisi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) demi menjaga karier politik putranya, Kaesang Pangarep. Hal ini disampaikan oleh pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, yang mengamati situasi terkini di partai tersebut.

Menurut Jamiluddin, meskipun Jokowi memiliki peluang besar untuk menggantikan Kaesang, ia kemungkinan akan tetap mendukung putranya dalam memimpin PSI. Hal ini mencerminkan komitmen Jokowi untuk membangun citra positif bagi Kaesang dalam dunia politik.

Jokowi Dipuja Sebagai Role Model oleh Kader PSI

Banyak kader PSI yang mengidolakan Jokowi, termasuk pernyataan dari Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron, yang menyebutkan bahwa keinginan untuk melihat Jokowi menjadi ketua umum cukup besar di kalangan kader.

"Jadi, Jokowi memang sangat diidolakan oleh sebagian kader PSI. Bahkan Jokowi dianggap role model di internal PSI," ungkap Jamiluddin.

Namun, ia juga menegaskan bahwa PSI memerlukan pemimpin baru untuk meningkatkan elektabilitas yang selama ini terpuruk di tangan Kaesang. Penetapan Ahmad Ali sebagai Ketua Harian dinilai belum mampu memberikan perubahan yang signifikan.

Strategi Jokowi Mendukung Karier Politik Kaesang

Jamiluddin mencatat bahwa Jokowi tidak ingin merusak reputasi Kaesang dengan mengambil alih kepemimpinan PSI. "Jokowi ingin kalau nantinya PSI masuk Senayan itu prestasi Kaesang, bukan dirinya," jelasnya.

Untuk itu, Jokowi diperkirakan akan melaksanakan safari politik ke seluruh Indonesia guna mendorong elektabilitas partai tanpa mengambil alih posisinya. Langkah ini diharapkan dapat membantu Kaesang dalam membangun karier politiknya secara mandiri.

Dengan pendekatan tersebut, Jokowi bertekad untuk berperan sebagai pendorong di belakang Kaesang dalam perjalanan politiknya, mendorong putranya menuju sukses tanpa menciptakan citra bahwa ia gagal dalam memimpin PSI.




Sumber: gelora.co (2026-10-23)

0 Komentar

Produk Sponsor
Featured Image
Politik Nasional

Judul Berita