
Kesehatan Jokowi dalam Pandangan Rocky
Kondisi kesehatan Presiden Joko Widodo kembali menjadi perhatian publik di tengah isu mengenai ijazah palsu yang beredar.
Pengamat politik Rocky Gerung memberikan pendapatnya mengenai masalah yang dihadapi oleh Jokowi, yang ia nilai berkaitan dengan kondisi psikologis yang diakibatkan oleh ambisi yang tidak terpenuhi.
Gejala Post-Power Syndrome Jokowi
Rocky Gerung menjelaskan bahwa sakit yang dialami Jokowi disebabkan oleh stres dan gejala yang dikenal sebagai post-power syndrome. Ia menyatakan, “Kesakitan batin itu dalam psikologi namanya pain of desire. Sakit karena banyak ambisi. Kalau anda punya banyak ambisi dan anda tidak punya fasilitas untuk menjadikan ambisi itu rasional, anda pasti terkena pain of desire,” ungkap Rocky dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Refly Harun pada malam tanggal 18 Februari 2026.
Bandingkan dengan Kepemimpinan Gus Dur
Pengamat tersebut juga menyoroti bahwa banyak pemimpin yang telah lama berkuasa sering mengalami gejala serupa. Ia mencontohkan Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang berkuasa selama 32 tahun. “Gus Dur tidak pernah punya post-power syndrome, karena berkuasanya cuma dua tahun. Orang yang berkuasanya 10 tahun, ketagihan kekuasaan itu namanya post-power syndrome,” jelasnya.
Penyembuhan yang Tidak Mungkin
Rocky menegaskan bahwa individu yang mengalami post-power syndrome hanya dapat sembuh jika kekuasaan mereka kembali kepada diri mereka sendiri.
Namun, ia mencatat bahwa situasi ini tidak mungkin terjadi dalam sistem demokrasi saat ini, di mana masa jabatan presiden dibatasi. “Jadi Presiden Jokowi ada dalam masalah psikologis,” pungkasnya.
Sumber: gelora.co (2026-02-19)
0 Komentar