.webp)
Rocky Gerung, seorang akademisi dan pengamat politik, baru-baru ini mengungkapkan perannya dalam debat Pilpres 2019 antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi).
Dalam acara peluncuran bukunya yang berjudul 'Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung', yang berlangsung di Parle Senayan, Jakarta 15 Februari 2026, Rocky menceritakan momen krusial ketika Prabowo menghadapi dua istilah asing yang membuatnya tampak tidak siap.
Momen Prabowo Terjebak dalam Debat Pilpres 2019
Rocky menjelaskan bahwa istilah-istilah seperti "unicorn" dan "Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)" yang dilemparkan oleh Jokowi, membuat Prabowo tampak seperti terjebak dalam jebakan yang dipasang oleh tim sukses Jokowi.Rocky menuturkan, "Jadi memang saya pikir Prabowo waktu itu dijebak oleh timsesnya Jokowi. Sehingga Prabowo kelihatan seperti tak paham apa-apa di panggung. Dia kalah dua kali di dalam debat itu," ungkap Rocky.
Melihat kondisi tersebut, Rocky kemudian diundang oleh dua anggota tim sukses Prabowo, Titiek Soeharto dan Sudirman Said, untuk membantu mempersiapkan serangan balik terhadap Jokowi pada debat berikutnya.
Usulan Rocky yang Ditolak Prabowo
Rocky membawa ide untuk menggunakan buku karya Francis Fukuyama yang berjudul "The Great Disruption" sebagai alat untuk menyerang.Buku ini, menurut Rocky, membahas tentang arah negara dan politik global yang seharusnya dipahami oleh presiden petahana.
Dia menyarankan agar Prabowo mengangkat buku tersebut saat menanggapi Jokowi, dengan mengatakan, "Pak Jokowi, buku ini, buku Disruption dari Francis Fukuyama, dibaca oleh semua presiden dunia dan calon presiden. Terus pak Prabowo tanya saja, 'Bagian mana yang menarik bagi Pak Jokowi?" ujarnya.
Namun, usulan tersebut tidak diterima oleh Prabowo. Ia memilih untuk tidak melakukannya, dengan alasan bahwa ada batas etika yang ingin dijaganya.
Rocky melanjutkan, "Presiden Prabowo memang punya semacam sense of keperwiraan itu. Dia tidak ingin menghina Presiden Jokowi di atas panggung," jelas Rocky.
Dengan sikap Prabowo ini, Rocky menunjukkan bahwa meskipun ada kesempatan yang mungkin dapat membantu Prabowo membalas Jokowi dalam debat, nilai-nilai etika tetap menjadi pertimbangan utama bagi mantan Danjen Kopassus tersebut.
Sumber: gelora.co (2026-02-16)
Sumber: gelora.co (2026-02-16)
0 Komentar