Mantan Wamen Sebut Tiga Huruf Inisial Parpol yang Terima Dana Pemerasan K3 termasuk Sosok 'Bu Menteri'

Pernyataan Kontroversial Noel tentang Partai Politik

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, yang akrab disapa Noel, kembali menarik perhatian dengan pernyataan mengenai keterlibatan partai politik dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta Pusat pada 9 Februari 2026, Noel menyebutkan bahwa partai yang terlibat adalah partai politik dengan inisial tiga huruf.

Detail Pernyataan di Sidang

Noel menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di ruang persidangan sambil merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menyebut adanya partai berinisial “K”. Ia menegaskan, “Partai. Partai saya kerucutkan ya, kemarin kan K, sekarang tiga huruf.” tuturnya.

Namun, saat ditanya mengenai identitas jelas atau warna partai tersebut, Noel tidak bersedia memberikan informasi lebih lanjut, termasuk apakah partai itu berwarna hijau atau oranye.

Aliran Dana Pemerasan Dikuatkan oleh Fakta Persidangan

Noel juga mengungkapkan bahwa terdapat aliran dana pemerasan yang diduga mengarah ke kalangan pimpinan, termasuk sosok yang disebutnya sebagai “bu menteri”. Ia menegaskan, “Ya, pastilah (ada aliran dana). Menteri, yang Bu Menteri siapa? Tinggal lihat saja latar belakangnya. Nggak usah saya ngomong, kasih tahu ya. Bukan saya yang ngomong, ini fakta persidangan. Saksi-saksi yang bicara, jaksa yang bicara, BAP yang bicara. Bukan saya. Saya ini wamen, orang baru 10 bulan.” ungkapnya.

Praktik Pemerasan yang Sudah Ada Sejak Lama

Lebih jauh, Noel mengklaim bahwa praktik pemerasan di Kementerian Ketenagakerjaan telah berlangsung dalam waktu yang lama. Menurut keterangan saksi di persidangan, praktik tersebut telah ada sejak 2012, jauh sebelum Noel menjabat sebagai wakil menteri

Ia menyatakan, "Praktik itu saksi-saksi menyampaikan dari tahun 2012. Dan sebelumnya juga praktik itu sudah ada. Saya 2024. Baru sadar saya jadi pejabat ketika ditangkap KPK.” Dengan pernyataan-pernyataan ini, Noel semakin memperjelas situasi yang dihadapinya di persidangan, menyoroti keterlibatan partai politik dalam dugaan pemerasan yang sedang diselidiki.


Sumber: gelora.co (2026-02-09)

0 Komentar

Produk Sponsor