
Pelantikan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan
Pada tanggal 5 Februari 2026, teka-teki mengenai sosok yang akan mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya terjawab. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam sebuah upacara khidmat di Istana Negara, Jakarta.
Pelantikan ini diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 3 M Tahun 2026. Dalam acara tersebut, Juda Agung tampak hadir dengan mengenakan setelan jas hitam dan kopiah, siap untuk menjalankan tugas barunya dalam Kabinet Merah Putih. Proses pelantikan ini menarik perhatian publik, mengingat tampak seperti sebuah strategi "tukar guling" jabatan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Perpindahan Jabatan dan Rekam Jejak Juda Agung
Juda Agung diangkat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Thomas Djiwandono, yang sebelumnya terpilih dan berpindah tugas menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Posisi tersebut sebelumnya juga dijabat oleh Juda Agung sebelum ia kembali ke Kementerian Keuangan.
Sebelum pelantikan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyebutkan bahwa Juda adalah kandidat kuat untuk posisi ini. Purbaya mengaku telah bertemu langsung dengan Juda dan menganggapnya sangat mumpuni untuk mengisi jabatan Wamenkeu.
Dalam dunia ekonomi, Juda Agung bukanlah sosok baru. Ia merupakan ekonom senior dengan pengalaman yang panjang, di mana sebagian besar kariernya dihabiskan di Bank Indonesia, mulai dari staf hingga mencapai puncak sebagai Deputi Gubernur pada tahun 2022. Selain itu, pengalamannya di kancah internasional juga patut dicatat, karena ia pernah bertugas di kantor perwakilan Bank Indonesia di London serta menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) di Washington DC dari tahun 2017 hingga 2019.
Latar Belakang Pendidikan yang Menarik
Satu hal yang menarik dari profil Wamenkeu baru ini adalah latar belakang pendidikannya. Meskipun sekarang dikenal sebagai ahli moneter, Juda memiliki perjalanan karier yang menarik yang membentuknya menjadi seorang ekonom handal.
Sumber: gelora.co (2026-02-05)
0 Komentar