Jokowi Diminta Bersikap Jujur dan Terus Terang, untuk Selesaikan Polemik Kasus Ijazah

Presiden Jokowi Diminta Berterus Terang Soal Ijazah

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, disarankan untuk berbicara jujur mengenai kejanggalan yang berkaitan dengan ijazahnya dari Fakultas Universitas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Saran ini disampaikan oleh pegiat media sosial dan pemerhati politik, Buni Yani, melalui akun Facebook pribadinya pada tanggal 12 Februari 2026.

Harapan untuk Penyelesaian Cepat

Buni Yani berharap agar Jokowi dapat segera menyelesaikan masalah seputar ijazahnya. Dalam unggahannya, ia menulis, "Jokowi kembali diperiksa Polresta Solo hari ini. Kau panen yang kau tanam. Sudahlah jujur saja biar cepat kelar urusan ijazah ini."

Respon Warganet

Unggahan Buni Yani itu mendapat respons dari banyak warganet, yang sebagian besar meragukan kemungkinan Jokowi akan berkata jujur. Salah satu komentar datang dari Witono Witono yang mengatakan, "Terlanjur bohong sekalian saja sampe mati." Sementara itu, Yuyun Wahyudi menambahkan, "Di dunia msh bisa menutupi kebohongan dgn kebohongan yang baru.. Pada akhirnya kebohongan itu akan dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat.."

Pemeriksaan Tambahan oleh Polresta Solo

Jokowi menjalani pemeriksaan sehubungan dengan tuduhan ijazah palsu di Polresta Solo, Jawa Tengah, pada Rabu, 11 Februari 2026. Setelah melakukan pemeriksaan selama sekitar 2,5 jam, Jokowi yang mengenakan kemeja batik cokelat dan peci, tidak banyak berkomentar. 

Ia hanya menyatakan bahwa kedatangannya adalah untuk menjalani pemeriksaan tambahan terkait perkara tersebut.

Jokowi mengonfirmasi, "Iya ada pemeriksaan tambahan," saat ditanya mengenai tujuannya berada di Polresta Solo.


Sumber: gelora.co (2026-02-12)

0 Komentar

Produk Sponsor