
Dalam konteks ini, lukisan bertema “Kuda Api” karya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang merupakan Presiden keenam RI dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, terjual dengan harga Rp6,5 miliar.
Penilaian Partai Demokrat
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron (Hero), menjelaskan bahwa tingginya harga lukisan tersebut bukanlah hal yang mengejutkan.Dia menyatakan, "Tentu lukisan Pak SBY memiliki daya tarik tersendiri, selain lukisannya bagus dan memiliki makna, juga sangat jarang di dunia internasional mantan presiden yang bisa melukis." Hero menambahkan bahwa lelang karya SBY bukanlah hal baru, karena telah sering dilakukan, terutama untuk tujuan sosial.
Momen Berbeda di Perayaan Imlek
Lelang kali ini digelar dalam suasana yang berbeda, bersamaan dengan perayaan Imlek yang diadakan oleh Partai Demokrat bersama komunitas etnis Tionghoa. "Kami berterimakasih kepada para tokoh Tionghoa yang hadir ataupun yang diwakilkan kepada keluarganya, dan tentu acara intinya adalah merayakan Imlek," ungkap Hero. Dia memastikan bahwa seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk membantu korban bencana dan masyarakat yang kurang mampu.Siapa Pembeli Lukisan?
Pembeli lukisan “Kuda Api” tersebut adalah Low Tuck Kwong, pemilik Bayan Group, yang dikenal sebagai raja batu bara Indonesia. Low, yang lahir di Singapura pada 17 April 1948 dan menjadi WNI pada 1992, memiliki kekayaan yang diperkirakan mencapai US$20,3 miliar atau sekitar Rp335 triliun, menurut data Forbes 2026.Meskipun ia berada di bawah Prajogo Pangestu dalam daftar orang terkaya nasional, pembelian lukisan ini menarik perhatian publik.
Publik Mencari Penjelasan
Seiring dengan berita tentang pembelian ini, muncul pertanyaan di kalangan publik. Apakah transaksi ini murni terkait seni dan amal, ataukah ada hubungan lama yang turut mempengaruhi?SBY menjabat sebagai presiden selama dua periode dari 2004 hingga 2014, dimana sektor tambang, termasuk batu bara, mengalami perkembangan pesat.
Meskipun tidak ada yang secara terbuka menghubungkan hal ini, pertanyaan semacam itu kerap muncul.
Mungkin ini adalah penghormatan pada reputasi SBY sebagai seorang negarawan, atau sekadar dukungan untuk kegiatan amal.
Namun, ketika uang miliaran rupiah berpindah tangan antara mantan kepala negara dan seorang konglomerat, adalah wajar bagi publik untuk mengharapkan lebih dari sekadar narasi tentang “keberkahan momentum Imlek.”
Sumber: gelora.co (2026-02-20)
Sumber: gelora.co (2026-02-20)
0 Komentar