Prabowo Undang Tokoh Oposisi di Kertanegara
Suasana di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Senin, 30 Januari 2026, dipenuhi ketegangan sekaligus optimisme ketika mantan Ketua KPK, Abraham Samad, membocorkan rincian mengenai pertemuan yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam diskusi yang bukan sekadar santap malam biasa ini, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk melawan oligarki yang dianggapnya merampok sumber daya alam Indonesia.
Janji Perang Terhadap Oligarki
“Saya akan kejar oligarki yang merampok negara sampai kapan pun! Mau 9 NAGA sekalipun, saya kejar!” tegas Prabowo di depan sejumlah tokoh bangsa yang hadir. Pernyataan ini menciptakan harapan sekaligus skeptisisme di kalangan publik tentang keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum.
Poin-Poin Penting dari Diskusi
Diskusi tersebut menghasilkan beberapa poin penting yang mencerminkan tantangan dan harapan reformasi di Indonesia.
Reformasi Polri menjadi salah satu isu utama yang disepakati oleh semua peserta. Samad menekankan bahwa reformasi kepolisian adalah harga mati, yang harus dilakukan tanpa kompromi.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa salah satu penyebab melemahnya KPK adalah akibat revisi UU 2019 yang mengurangi independensi lembaga tersebut. “KPK harus dikembalikan seperti dulu, bukan di bawah kendali eksekutif!” katanya.
Prabowo juga menjelaskan bahwa keputusan untuk bergabung dengan Board of Peace yang dibentuk oleh Donald Trump bukanlah pilihan final. “Jika merugikan Palestina dan Gaza, Indonesia siap tarik diri!” imbuhnya.
Di antara semua isu tersebut, Prabowo menekankan pentingnya penyelamatan sumber daya alam sebagai kunci untuk meningkatkan pendapatan negara yang selama ini bocor ke kantong pribadi.
Saran Pemulihan Marwah KPK
Abraham Samad mengajukan “resep” untuk memulihkan independensi KPK dan mendesak agar rekrutmen komisioner melibatkan suara rakyat.
Pertanyaannya kini, beranikah Prabowo untuk mengembalikan marwah KPK yang sudah terpuruk akibat revisi undang-undang tersebut?
Janji untuk memburu “9 Naga” ini, apakah akan terealisasi atau justru mereka yang akan menjinakkan kekuasaan pemerintah? Publik menantikan langkah konkret dari pernyataan yang telah disampaikan.
Sumber: Akun @KoranBaliExpress di Instagram, 2 Februari 2026
0 Komentar