Siti Zuhro Ungkap Demokrasi Indonesia Tidak Substansial dan Penuh Cacat dalam Sistem Politik Saat Ini

Demokrasi di Indonesia dalam periode pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Siti Zuhro, mengungkapkan bahwa kualitas demokrasi saat ini belum mencapai tingkat substantif yang diharapkan. 

Dalam sebuah webinar evaluasi pemerintah yang berlangsung secara online, ia menyatakan bahwa banyak aspek penting dalam demokrasi yang belum mendapatkan perhatian yang seharusnya.
 

Evaluasi Terhadap Proses Demokrasi

Dalam webinar yang diadakan pada 5 Januari 2026, Zuhro menekankan bahwa demokrasi tidak hanya sekadar melaksanakan pemilu. Menurutnya, penting bagi pembangunan demokrasi untuk menjangkau dan memberdayakan masyarakat hingga ke tingkat bawah. 

Ia berpendapat bahwa partisipasi masyarakat harus ditingkatkan agar mereka tidak hanya sekadar menjadi objek, tetapi juga subjek yang aktif dalam proses politik.
 

Tantangan dalam Pemberdayaan Masyarakat

Zuhro menggarisbawahi bahwa demokrasi yang ada saat ini terkesan hanya mengikuti prosedur tanpa substantivitas yang nyata. Ia menekankan bahwa jika demokrasi ingin berfungsi dengan baik, harus ada upaya serius untuk memberdayakan masyarakat. 

Masyarakat, kata Zuhro, perlu diberikan ruang untuk mengeluarkan suaranya dan menggunakan hak-haknya secara efektif dalam proses politik tanpa terjebak dalam praktik vote buying.
 

Pentingnya Kesadaran Politik

Hal lain yang disoroti oleh Zuhro adalah perlunya meningkatkan kesadaran politik di kalangan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa dalam konteks pemilu, pendorong utama haruslah pemahaman yang kuat tentang hak politik, bukan sekadar insentif finansial yang sering kali menggoda. 

Siti Zuhro berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi secara setara dan tidak hanya menjadi sasaran dalam praktik politik yang merugikan.
 

Dampak Terhadap Stabilitas Politik

Kondisi demokrasi yang dianggap cacat ini berpotensi mempengaruhi stabilitas politik di Indonesia. Jika langkah untuk memperbaiki kualitas demokrasi tidak diambil, masyarakat mungkin akan semakin skeptis terhadap proses politik yang ada. 

Oleh karena itu, Zuhro menegaskan pentingnya untuk segera melakukan evaluasi yang lebih mendalam dan implementasi kebijakan yang lebih efektif untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.

Sumber: www.gelora.co (2026-01-06)

0 Komentar

Produk Sponsor