Sebelumnya Menolak, Kini Menerima Bantuan Korban Banjir Sumatera. Prabowo: Asalkan Prosedurnya Tepat

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengumumkan perubahannya dalam kebijakan penerimaan bantuan untuk bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Sebelumnya disebut menolak bantuan internasional, Prabowo kini menegaskan bahwa Indonesia terbuka menerima dukungan, selama memenuhi prosedur yang tepat.

Keputusan ini diambil untuk mengubah persepsi publik yang mengira bahwa pemerintah tidak terbuka terhadap bantuan luar negeri dalam menghadapi bencana.
 

Klarifikasi Sikap Indonesia

Presiden Prabowo menekankan pentingnya merespons kebutuhan kemanusiaan dengan hati yang terbuka. Ia menyatakan bahwa tuduhan bahwa Indonesia menutup diri dari bantuan tidak sepenuhnya benar.

Menurut Prabowo, pemerintah sangat menghargai semua bentuk bantuan, asalkan ada kejelasan dalam proses penyalurannya. Hal ini diharapkan dapat meredakan kebingungan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan Indonesia terhadap bantuan sahabat internasional.
 

Pentingnya Mekanisme yang Jelas

Prabowo menekankan bahwa penekanan utama adalah pada mekanisme yang transparan dan jelas dalam penerimaan bantuan. Baginya, bantuan seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah atau siapa yang memberikannya, tetapi lebih pada kejelasan proses dan niat baik di baliknya.

Dengan pendekatan ini, Prabowo berharap dapat mendorong lebih banyak pihak untuk bersedia membantu tanpa kekhawatiran terhadap pengelolaan bantuan yang kurang jelas.
 

Dukungan untuk Pemulihan di Sumatera

Bencana yang melanda Sumatera telah menyebabkan banyak kerugian dan trauma bagi penduduk setempat. Pemerintah, di bawah arahan Prabowo, berkomitmen untuk menerima bantuan asing yang tulus untuk mendukung pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ini termasuk pemulihan infrastruktur dan bantuan kemanusiaan bagi para korban yang terkena dampak langsung dari bencana tersebut.
 

Kolaborasi dengan Pihak Internasional

Untuk mewujudkan bantuan yang efektif, Prabowo menyebutkan akan berkomunikasi dengan para pejabat terkait tentang bagaimana penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan efisien.

Dengan adanya norma dan pedoman yang jelas, diharapkan bantuan dapat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Langkah ini sekaligus memperkuat hubungan internasional di tingkat kemanusiaan, menekankan bahwa dalam situasi bencana, solidaritas global sangat diperlukan.

Sumber: www.gelora.co (2026-01-03)

0 Komentar

Produk Sponsor