
Kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda penyelesaian. Terbaru, Rismon Sianipar, yang merupakan salah satu tersangka dari klaster kedua, mengirimkan buku hasil penelitiannya kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Analisis Mendalam Mengenai Ijazah Jokowi
Buku setebal 700 halaman tersebut berisi analisis forensik dan argumen hukum yang mendalam terkait keabsahan ijazah Jokowi.
Menurut Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, jika buku yang ditulis oleh Rismon Sianipar, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma yang berjudul "Jokowi's White Paper: Kajian Digital Forensik, Telematika, dan Neuropolitika atas Keabsahan Dokumen dan Perilaku Kekuasaan" benar-benar dikirim kepada Donald Trump, maka itu bukanlah tindakan yang berani.
Pengamat Sebut Jokowi Masih Kuat
Erizal berpendapat bahwa tindakan Rismon adalah sebuah keputusasaan. "Itu adalah sikap keputusasaan Rismon. Bukan bentuk dari keisengan, kengenyelan, melainkan kepanikan," ucap Erizal melalui akun Facebook pribadinya pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Erizal menegaskan, jika buku tersebut benar-benar dikirim kepada Donald Trump, maka tidak ada lagi peluang untuk menguji keilmuan Rismon terkait ijazah Jokowi, yang diyakininya palsu.
Ia juga mengungkapkan bahwa Jokowi masih sangat kuat, mengingat keluarnya SP3 Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan mudah. "Bahkan, penyidik mendatangi, bukan didatangi," tuturnya.
Erizal menyatakan ketidaksetujuan terhadap langkah Rismon yang berkomunikasi dengan Donald Trump dalam konteks ini. "Apalagi Donald Trump terlihat sedang 'gila-gilanya'. Jangankan diajak intervensi, tak diajak pun ia bisa ikut intervensi," pungkas Erizal.
Sumber: gelora.co (2026-01-24)
0 Komentar