Raker Bersama Komisi VII DPR, Bahlil Akui Tak Bisa Tidur Pakai AC Karena Terbiasa Hidup Miskin

Pernyataan Bahlil yang Menggugah Perhatian Publik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini mengungkapkan sebuah pernyataan yang mengejutkan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak bisa tidur dengan menggunakan pendingin ruangan (AC), sebuah pengakuan yang langsung menarik perhatian banyak orang.

Latar Belakang Hidup yang Mempengaruhi Kebiasaan

Dalam forum tersebut, Bahlil menceritakan pengalaman hidupnya yang dibesarkan di desa tanpa akses listrik. 

Kenangan masa kecil yang penuh tantangan itu, menurutnya, telah membentuk kebiasaan yang terus dibawanya hingga kini. “Saya kalau tidur di AC itu enggak bisa, Pak. Karena lama miskin jujur saja,” ungkap Bahlil di hadapan anggota DPR. Ia menambahkan bahwa tidur di tempat yang sederhana lebih membuatnya merasa nyaman dibandingkan dengan ruang berpendingin. “Saya biasa tidur di para-para itu lebih nyenyak. Saking lama miskinnya,” ujarnya.

Respon Publik terhadap Pengakuan Bahlil

Pernyataan Bahlil tersebut memicu beragam reaksi dari publik. Banyak yang menganggap ucapan tersebut sebagai bentuk kejujuran yang mencerminkan perjalanan hidupnya yang penuh liku. Di sisi lain, beberapa orang melihat pengakuan ini sebagai gambaran pentingnya memahami kondisi masyarakat kecil.

Komitmen Bahlil bagi Rakyat Kecil

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa pengalamannya hidup tanpa akses listrik menjadi motivasi baginya untuk memperjuangkan pemerataan energi. Ia mengingatkan, “Anak-anak di desa yang enggak ada listrik sekarang ini, kita enggak pernah tahu suatu saat mereka jadi apa. Mungkin mereka jadi presiden, jadi jenderal.” katanya.

Bahlil juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah bermimpi untuk menjadi menteri. Namun, dengan berjuang dan melalui kesempatan yang ada, ia berhasil mencapai posisi sekarang. “Saya lahir di kampung, enggak punya mimpi jadi menteri. Tapi Allah dan perjuangan mengantarkan saya seperti ini,” imbuhnya. 

Viralnya pengakuan tersebut kembali mengangkat isu mengenai akses listrik dan kesenjangan energi, serta pentingnya kebijakan energi yang berpihak pada masyarakat kecil, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil.


Sumber: gelora.co (2026-01-22)

0 Komentar

Produk Sponsor