Satu pernyataan dari seorang pengamat politik, M Said Didu di platform X (Twitter), menyoroti ketegasan pemerintah dalam penertiban perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran hukum.
Langkah ini, menurut Didu, tidak hanya mencerminkan upaya tegas pemerintah, tetapi juga mengundang reaksi dari kelompok-kelompok yang merasa terancam kepentingannya.
Tindakan Tegas Presiden Menusuk Geng SOP
Didu menegaskan bahwa tindakan tegas Presiden Prabowo dalam menertibkan perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum dapat dianggap sebagai sebuah langkah berani. "Atas ketegasan Presiden @prabowo dlm penertiban thdp perusahaan yg melakukan pelanggaran hukum telah menusuk kepentingan Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok)," tulisnya.
Pernyataan ini mencerminkan adanya ketidakpuasan di kalangan beberapa elemen elit politik yang merasa dirugikan oleh keputusan tersebut.
Dugaan akan Munculnya Perlawanan dari Geng SOP
Lebih lanjut, Didu memprediksi bahwa penertiban ini dapat memicu perlawanan dari kelompok yang disebutnya sebagai Geng SOP.
Ia mengidentifikasi beberapa bentuk perlawanan yang mungkin muncul, antara lain: mengganggu ekonomi, menggerakkan pengacara untuk menuntut pemerintah, menggerakkan massa bayaran untuk perlawanan, serta melakukan serangan politik dan hukum terhadap penguasa.
Seruan Said Didu
Said Didu pun menambahkan, "Kami berharap, bagi yang berakal sehat dan ingin mengembalikan kedaulatan, agar mendukung penertiban yg dilakukan oleh pemerintah tersebut selama dilakukan secara konsisten, adil, dan betul-betul untuk rakyat dan Negara," harapnya.
Harapan ini menunjukkan harapan Didu bahwa langkah penertiban ini tidak hanya menjadi alat politik menegakkan keadilan tetapi juga berfungsi untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Ketegasan pemerintah dalam penertiban memang menjadi langkah yang patut diapresiasi, tetapi di sisi lain, potensi perlawanan dari kelompok-kelompok yang merasa dirugikan harus diwaspadai.
Sumber: M Said Didu di X (Twitter)
0 Komentar