
Hal ini menyoroti pergeseran dinamika di dalam tubuh partai sekaligus tantangan yang harus dihadapi dalam mempertahankan citra di mata publik.
Reaksi Kader PSI terhadap Kritik
Dedy Nur Palakka merespon kritik yang muncul dari media sosial, di mana sejumlah pengguna menilai bahwa PSI tidak lagi menjadi pilihan bagi anak muda sejak bergabungnya Ahmad Ali. Menurut Dedy, pandangan tersebut terkesan menyederhanakan kompleksitas yang ada dalam kepengurusan partai.Ia menegaskan bahwa kehadiran Ahmad Ali justru bisa membawa banyak manfaat, terutama dalam hal pengalaman politik dan jangkauan jaringan yang lebih luas.
Identitas Partai di Tengah Perubahan
Identitas PSI sebagai partai yang berfokus pada generasi muda mulai menjadi sorotan, terutama dengan berkembangnya opini publik yang skeptis. Dedy menjelaskan bahwa meski ada wajah baru dalam kepengurusan, nilai-nilai dan visi partai untuk memajukan kepentingan kaum muda masih tetap menjadi prioritas.Dia menambahkan bahwa isu-isu yang diusung PSI tetap sejalan dengan aspirasi generasi muda, termasuk kebebasan berpendapat dan partisipasi aktif dalam proses politik.
Persepsi Publik dan Tantangannya
Tanggapan Dedy juga menggarisbawahi tantangan PSI dalam membangun dan mempertahankan citra positif di mata masyarakat. Dengan banyaknya informasi yang beredar di media sosial, PSI harus lebih proaktif dalam menyampaikan pesan dan nilai-nilai yang mereka perjuangkan.Menurutnya, komunikasi yang baik antara kader dan publik sangat penting untuk mengatasi mispersepsi yang ada.
Masa Depan PSI dalam Peta Politik Indonesia
Dedy Nur Palakka optimis bahwa PSI masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam kancah politik Indonesia. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman dan tuntutan generasi muda.Dalam menghadapi berbagai tantangan, keberanian untuk berinovasi dan mendengarkan aspirasi masyarakat muda menjadi kunci keberhasilan partai ini ke depannya.
Sumber: fajar.co.id (02/01/2026)
Sumber: fajar.co.id (02/01/2026)
0 Komentar