
Desakan Untuk Membangun Pemerintahan Yang Bersih
DPP Partai Masyumi, yang dipimpin oleh Ahmad Yani dan Samsudin Dayan, menekankan pada pentingnya membersihkan kabinet dari individu-individu yang dianggap tidak memberikan kontribusi positif bagi negara. Mereka mengklaim bahwa lebih dari separuh anggota kabinet saat ini merupakan pewaris dari pemerintahan yang tidak berhasil, dengan hasil pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan kualitas rendah. Dalam pandangan mereka, tidak mungkin mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius tanpa melakukan perubahan signifikan dalam susunan pemerintahan ini.Paradoks Dalam Kebijakan Ekonomi
Dari sudut pandang Partai Masyumi, pemerintahan Prabowo masih menghadapi beberapa permasalahan serius yang memengaruhi efektivitasnya, termasuk pengelolaan sumber daya alam, pemberantasan korupsi, dan cara pengambilan keputusan yang kurang responsif. Mereka menggarisbawahi bahwa situasi ini membuat tantangan menjadi semakin kompleks, dan memicu keinginan untuk melakukan reformasi yang mendalam. Dengan konteks ini, desakan untuk perombakan kabinet menjadi semakin relevan, mengingat waktu dan keadaan yang terus berubah.Penilaian Terhadap Pendapatan Negara
Salah satu perhatian utama dalam pernyataan Masyumi adalah menurunnya pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor sumber daya alam. Partai ini mengakui bahwa lemahnya penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan dan kebijakan fiskal yang tidak terarah berkontribusi pada masalah ini. Dalam analisis mereka, langkah-langkah perbaikan perlu segera diambil, baik dari segi kebijakan maupun implementasi, untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.Panggilan untuk Tindakan Segera
Dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh pemerintahan saat ini, Partai Masyumi menyerukan untuk mempercepat tindakan dalam merombak kabinet dan menghilangkan unsur-unsur yang menghambat kemajuan. Mereka berargumen bahwa tanpa perubahan yang tepat, impian untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik akan tetap menjadi harapan kosong. Mengingat semua tantangan yang ada, Masyumi berharap agar Presiden Prabowo dapat mempertimbangkan pernyataan ini dengan serius demi kesejahteraan negara dan rakyat.Sumber: www.gelora.co (2026-01-05)
0 Komentar