
Noe Letto Ditunjuk Sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
Putra dari budayawan terkenal Emha Ainun Najib, Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto, baru saja dilantik menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Pelantikan ini dilakukan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025 pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Klarifikasi Noe Letto Mengenai Tugasnya
Setelah pelantikan, Noe Letto menghadapi berbagai pertanyaan serta keluhan dari masyarakat, khususnya dari kelompok Maiyah, yang merupakan pengikut gerakan sosial-budaya-religius yang dipelopori oleh Cak Nun dan Kiai Kanjeng. Dalam sebuah sesi klarifikasi yang diadakan pada Rabu malam, 21 Januari 2026, melalui kanal YouTube Sabrang MDP Official, Noe menjelaskan tentang perannya sebagai Tenaga Ahli DPN.
Ia menegaskan bahwa posisi Tenaga Ahli tidak bertujuan untuk membuat peraturan, melainkan memberikan masukan kepada pimpinan, dalam hal ini Ketua DPN yang dijabat oleh Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian DPN yang dijabat oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. “Pertama, kita ngomong fondasinya dulu. Fondasinya, saya posisinya di sana adalah tenaga ahli. Apa sih tenaga ahli? Tenaga ahli itu nggak buat peraturan. Tenaga ahli itu memberi masukan kepada pemerintah, mungkin bisa diteruskan ke presiden terhadap situasi, risiko dan rekomendasi,” kata Noe.
Menanggapi Kekhawatiran Masyarakat
Noe juga menanggapi salah satu kekhawatiran masyarakat Maiyah yang merasa bahwa jabatan ini akan membuatnya berada di bawah Bahlil Lahadalia atau Gibran Rakabuming Raka. Ia dengan tegas menyatakan, “Kalau ada yang khawatir apa saya di bawah Bahlil, di bawah Gibran, yo ora mungkin wis, nggak urusan! Yang saya takuti cuma si Mbah (Cak Nun) karo Gusti Allah, malaikat wae onok Noel sing ngadepi, jadi nggak masalah.”
Ia menambahkan, “Jadi, tenang saja, kalau di bawah Bahlil, di bawah siapa no, no, no. Kita nggak di bawah siapa-siapa.”
Eksperimen dalam Rekomendasi Pertahanan Negara
Noe Letto, yang lahir pada 10 Juni 1979, menyebut jabatan ini sebagai eksperimen dalam menyampaikan rekomendasi.
Dalam video berdurasi lebih dari 40 menit tersebut, ia memaparkan berbagai konsep dan gagasannya, termasuk upaya-upaya yang berkaitan dengan pertahanan negara.
Sumber: gelora.co (2026-01-22)
0 Komentar