Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang, Muhammadiyah kembali menghadapi tantangan dalam menjaga citra dan integritas sebagai salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia.
Tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan Persyarikatan dalam aksi demonstrasi baru-baru ini, yang menentang komedian Pandji Pragiwaksono, menciptakan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan anggota dan masyarakat luas.
Merespons situasi ini, Muhammadiyah merasa perlu untuk menegaskan posisi resminya.
Pernyataan Resmi Muhammadiyah
Muhammadiyah, melalui akun resmi di Instagram, menekankan bahwa tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah tidak mencerminkan sikap resmi organisasi. Dalam unggahan tersebut, mereka menyatakan: "Muhammadiyah menegaskan bahwa setiap pernyataan dan tindakan yang mengatasnamakan Persyarikatan bukan merupakan sikap resmi kecuali disampaikan oleh pimpinan yang berwenang sesuai AD/ART."
Lebih lanjut, organisasi ini menegaskan pentingnya etika dan keadaban dalam berkomunikasi. Mereka mengajak semua pihak, terutama generasi muda, untuk menjaga etika bermedia dan menjalani perbedaan pendapat dengan kedewasaan.
Pentingnya Menjaga Integritas Organisasi
Muhammadiyah juga menekankan bahwa setiap langkah dan sikap resmi hanya dapat diumumkan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
Dalam konteks ini, mereka menegaskan, "Pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah."
Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyampaikan bahwa penghormatan terhadap hak setiap warga untuk menempuh jalur hukum adalah penting, namun hal itu adalah tanggung jawab individu atau kelompok, bukan institusi.
Analisis & Pertanyaan Kritis
Dengan munculnya pernyataan resmi ini, publik dapat bertanya: sejauh mana pengaruh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Muhammadiyah dalam membentuk opini publik? Apakah tindakan mereka dapat merusak citra organisasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun? Dan bagaimana Muhammadiyah akan memastikan bahwa suara dan tindakan yang mewakili mereka benar-benar mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi?
Sumber: Akun Official Muhammadiyah via X (Twitter), Sabtu, 10 Januari 2026
0 Komentar