Memproses Laporan Terhadap Pandji Dinilai Menurunkan Citra Polri, Anas: Masih Banyak Isu Krusial Lainnya


Saat ini perhatian publik tertuju kepada laporan polisi atas tayangan Mens Rea yang melibatkan Pandji Pragiwaksono, yang dinilai lebih bersifat sensasional dibandingkan substansi yang mendasar. 

Situasi ini mendapat sorotan dari perspektif seorang politisi dan tokoh publik, Anas Urbaningrum, yang mengungkapkan pendapatnya melalui akun X (Twitter) pada Rabu, 21 Januari 2026.

Anas Sarankan Proses Penyelidikan Tidak Perlu Dilanjutkan

Dalam pernyataannya, Anas menekankan pentingnya untuk tidak meneruskan proses hukum terhadap kasus yang dianggapnya tidak bermanfaat. "Sebaiknya tidak diteruskan. Mengapa?" ujarnya, menandakan keprihatinannya terhadap arah kebijakan publik yang diambil oleh institusi penegak hukum.

Ia menggarisbawahi bahwa pertama, proses hukum yang sedang berlangsung tidak memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan budaya kritis dan debat publik yang dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan demokrasi. "Tidak bermanfaat bagi pertumbuhan budaya kritis dan debat publik yg justru diperlukan bagi demokrasi dan pemerintahan yg sehat-produktif," tulisnya dalam cuitan tersebut.

Masih Banyak Tugas Polri untuk Isu yang Lebih Krusial

Kedua, Anas mengingatkan bahwa Polri memiliki banyak tugas penting yang lebih mendesak. Ia mencatat, "Banyak yg lebih mendesak," menyoroti adanya berbagai isu yang lebih krusial yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari aparat penegak hukum. 

Menurutnya, fokus pada urusan yang dianggapnya remeh berpotensi merugikan citra Polri sendiri. "Malah ketika Polri memproses urusan komedi ini berpotensi menurunkan 'popularitas' dan 'akseptabilitas' sendiri," tambahnya.

Pihak Personal yang Disebut Tetap Santai dan Menerima

Lebih lanjut, Anas juga mengamati bahwa pihak yang terlibat dalam kasus ini tampak santai dan menerima situasi tersebut sebagai bagian dari dinamika sosial. "Pihak-pihak yang 'dirujak' terlihat santai dan menerima sebagai bagian dari pergaulan sosial yang demokratik," ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Anas memberikan saran yang menunjukkan sikap kritisnya terhadap penegakan hukum yang ada saat ini. 

Saran Anas ini menggambarkan perlunya pihak kepolisian fokus pada kasus-kasus yang lebih substansial, seperti penuntasan kasus korupsi yang jelas berdampak pada rakyatdan negara.

Dengan demikian, harapan untuk penegakan hukum yang adil harus berorientasi pada manfaat bagi masyarakat luas dan bukan hanya pada isu-isu yang mengarah pada sensasi semata.

Sumber: @AnasUrbaningrum di X (Twitter)

0 Komentar

Produk Sponsor