Laporan Polisi Atas Tuduhan Pandji Melakukan Pencemaran Nama Baik Disinyalir akan Gagal Total


Beberapa hari terakhir, media sosial penuh gejolak bagi banyak kalangan di Indonesia, terutama pembahasan mengenai tayangan Mens Rea.

Ketika nama Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), isu ini langsung menarik perhatian publik.

Laporan tersebut menuai berbagai tanggapan, termasuk dari Ruhut Sitompul, seorang tokoh politik yang dikenal vokal di media sosial.

Ruhut Berikan Ucapan Selamat kepada Pandji

Ruhut, melalui akun X-nya @ruhutsitompul, menyampaikan dukungannya kepada Pandji. Ia mengekspresikan keyakinannya bahwa laporan yang dilayangkan oleh pihak yang mengklaim sebagai Aliansi Muda NU dan Muhammadiyah itu akan “Gagal Total”. 

“Selamat untuk Panji, laporan ke Polda Metro Jaya dari yang mengatas namakan (2) Dua Ormas ke Agamaan akan Gatot ‘Gagal Total’ karena ditolak banyak Pemerhati2 Hukum yang Profesional dan Komika dan juga ditolak Oleh DPP Ormas tersebut ha ha ha,” tulisnya.

Lebih lanjut, Ruhut menekankan bahwa sakit hati dari pelapor tidak ada artinya dibandingkan dengan rasa malu yang mereka alami. “Sipelapor Sakitnya tidak seberapa tapi malunya ini. Kata Anak Medan, Merdeka!!” ungkapnya, mengindikasikan bahwa ia melihat laporan tersebut sebagai upaya yang tidak berdasar dan penuh kepentingan.

Pengurus NU dan Muhammadiyah Angkat Bicara

Menariknya, pengurus pusat Muhammadiyah dan NU pun memberikan respons yang jelas.

Mereka menegaskan bahwa organisasi mereka tidak terlibat dalam laporan tersebut. Bahkan, dalam beberapa sumber, disebutkan bahwa pengurus dari kedua ormas besar itu tidak mengenali siapa pelapor yang mengatasnamakan mereka. 

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah tindakan pencatutan nama ini akan dibiarkan begitu saja?

Potensi Hukum yang Bisa Ditempuh NU dan Muhammadiyah

Dalam konteks ini, penting untuk melihat apakah Muhammadiyah dan NU akan mengambil langkah lebih lanjut untuk mengusut pencatutan nama besar mereka. 

Mengingat reputasi dan kredibilitas adalah segalanya bagi organisasi keagamaan, sikap tegas terhadap laporan yang tidak sesuai ini bisa menjadi langkah strategis untuk melindungi nama baik mereka.

Sumber: @ruhutsitompul di X (Twitter)

0 Komentar

Produk Sponsor