Konflik Internal Mereda, Rapat Pleno Memutuskan Yahya Staquf Kembali Memimpin PBNU

Gus Yahya Kembali Memimpin NU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengangkat kembali KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU dalam Rapat Pleno yang berlangsung pada 29 Januari 2026. 

Rapat ini dipimpin oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan dilaksanakan di kantor PBNU, setelah sebelumnya menggelar Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada 25 Desember 2025.

Pemulihan Kepemimpinan

Dalam pertemuan tersebut, PBNU memutuskan untuk mengembalikan kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf ke posisi awalnya. "Iya betul. Kepemimpinan PBNU kembali ke formasi awal sebagaimana Keputusan Muktamar Ke-34 NU di Lampung," ungkap Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori.

Rencana Muktamar dan Musyawarah Nasional

PBNU juga mengumumkan bahwa Muktamar Ke-35 NU direncanakan akan berlangsung pada bulan Juli atau Agustus 2026. 

Sebelum muktamar tersebut, PBNU akan mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama sebagai langkah konstitusional yang sesuai dengan tradisi organisasi NU.

Pengembalian Mandat dan Perbaikan Organisasi

Dalam Rapat Pleno ini, PBNU menerima pengembalian mandat dari KH Zulfa Mustofa yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU. 

Selain itu, PBNU juga memutuskan untuk meninjau ulang beberapa surat keputusan organisasi yang diterbitkan tanpa tanda tangan struktural, serta melakukan perbaikan dalam tata kelola organisasi, termasuk administrasi dan keuangan, dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Penyelesaian Persoalan Internal

Keputusan-keputusan yang diambil dalam Rapat Pleno menegaskan bahwa seluruh isu internal yang berkembang sebelumnya telah diselesaikan melalui jalur musyawarah, kebijaksanaan para masyayikh, serta mekanisme organisasi yang sah.



Sumber: gelora.co (2026-01-30)

0 Komentar

Produk Sponsor