Kepala Daerah yang Dipilih DPRD, Akan Terjebak dalam Sandera Politik Parlemen yang Rumit

Dalam dinamika politik yang semakin kompleks, pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berpotensi menciptakan gejolak baru dalam tatanan pemerintahan daerah. Banyak kalangan mempertanyakan dampak dari kebijakan ini, terutama terkait dengan legitimasi dan fungsi pengawasan yang seharusnya melekat pada posisi pemimpin daerah.


Polemik Pemilihan Kepala Daerah

Melansir dari artikel berita gelora.co (2026-01-12), pemilihan kepala daerah yang beralih kepada DPRD dinilai akan merugikan prinsip demokrasi yang dibangun selama ini. Adrian Habibi, Presidium Komite Independen Pemantauan Pemilu (KIPP), menyampaikan pandangannya mengenai hal ini.

Menurut Adrian, "Itu untuk menjaga prinsip checks and balances. Jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka ia akan menjadi sandera politik parlemen." Hal ini menunjukkan kekhawatiran terhadap independensi kepala daerah yang seharusnya berasal dari suara rakyat.


Implikasi Kebijakan terhadap Keterwakilan

Adrian juga menekankan bahwa pemilihan langsung oleh rakyat yang telah berlangsung sejak 2014 merupakan langkah penting dalam menjaga keterwakilan masyarakat. Ia berpendapat, "Tetapi kalau dipilih DPRD (kepala daerah), maka melumpuhkan fungsi pengawasan, dan menciptakan stabilitas otoritarian yang membungkam aspirasi masyarakat." Ini mengindikasikan bahwa perubahan tersebut dapat mengancam suara rakyat yang seharusnya didengar dan diperjuangkan oleh pemimpin daerah.

Dengan demikian, potensi untuk kehilangan akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan daerah semakin besar seiring dengan berkurangnya kontrol masyarakat terhadap pemimpin yang mereka pilih.


Masihkah Kita Berkomitmen Menghadirkan Demokrasi yang Utuh?

Di tengah pergeseran yang terjadi dalam mekanisme pemilihan kepala daerah, publik perlu mempertanyakan komitmen pemangku kepentingan terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Apakah kebijakan ini benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat, ataukah hanya akan menjadi alat untuk memperkuat kekuasaan politik tertentu?

Tantangan untuk memastikan bahwa kepentingan umum tetap terjaga harus menjadi perhatian utama. Dengan adanya ketidakpastian ini, masyarakat diharapkan dapat lebih kritis dalam menilai perubahan yang terjadi dan berani bersuara demi memastikan bahwa hak-hak mereka tidak terenggut dalam proses politik yang berlangsung.


Sumber: gelora.co (2026-01-12)

0 Komentar

Produk Sponsor