
Dalam beberapa tahun terakhir, kepercayaan publik terhadap akuntabilitas pendidikan tinggi menjadi isu yang semakin menonjol. Terutama ketika dikaitkan langsung dengan polemik ijazah salah satu mantan Presiden.
Ijazah Asli UGM Seangkatan Jokowi Dipertunjukkan
Baru-baru ini, dalam sidang gugatan Citizen Lawsuit yang berlangsung di Pengadilan Negeri Surakarta, perhatian tertuju pada ijazah asli almarhum Bambang Budy Harto. Ijazah itu dipresentasikan oleh Rujito, yang merupakan saudara dari Bambang, sebagai perbandingan dalam kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo.
Melansir pemberitaan dari gelora.co (2026-01-14), Bambang Budy Harto adalah lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985. Menurut Rujito, selain warna materai dan cap, di kertas ijazah yang asli jika disenter keluar huruf hologram.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa ada aspek fisik dari ijazah yang dapat dijadikan bukti dalam konteks hukum, memberikan gambaran lebih jelas tentang keabsahan dokumen pendidikan Jokowi yang tengah dipersidangkan.
Dampak Kasus Ijazah di Indonesia
Perdebatan mengenai ijazah ini bukan hanya sekadar masalah administratif, tetapi berimplikasi besar terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan pemimpin mereka. Kasus ini mengingatkan kita pada pentingnya transparansi dan integritas dalam dunia pendidikan, terutama bagi mereka yang menduduki posisi strategis.
Dalam konteks ini, publik berhak mengetahui bahwa ijazah yang dimiliki oleh para pemimpin adalah sah dan benar. Peristiwa ini bisa menjadi momen penting untuk mendorong reformasi dalam sistem pendidikan, agar lebih akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber: gelora.co (2026-01-14)
0 Komentar