
Menurutnya, langkah yang diambil bukanlah pengurangan demokrasi, melainkan suatu bentuk upaya untuk mengukuhkan nilai-nilai Pancasila dalam sistem politik.
Dalam pandangannya, metode pemilihan ini justru mencerminkan komitmen yang lebih besar terhadap demokrasi yang berlandaskan ideologi bangsa.
Pandangan Idrus Marham tentang Pemilihan Tidak Langsung
Dalam diskusi yang berlangsung, Idrus menyatakan bahwa pemilihan tidak langsung dapat dilihat sebagai cara untuk lebih stabil dan terkontrol dalam pengambilan keputusan politik.Ia berargumen bahwa sistem ini memungkinkan partai politik untuk lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas, menghasilkan pemimpin yang lebih sesuai dengan visi dan misi partai.
Di sisi lain, menurutnya, pendekatan ini bisa memberikan ruang bagi partai untuk memperkuat kebersamaan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan politik yang ada.
Implikasi Terhadap Demokrasi Pancasila
Idrus Marham mengaitkan pemilihan tidak langsung ini dengan upaya untuk menegakkan Demokrasi Pancasila, yang dinilainya penting dalam mengarungi dinamika politik Indonesia saat ini.Dengan mempertahankan pendekatan ini, ia berharap dapat menghindari konflik yang sering terjadi dalam pemilihan langsung, serta memfasilitasi penguatan integrasi antar masyarakat yang beragam.
Hal ini diharapkan dapat menciptakan iklim politik yang lebih kondusif dan partisipatif.
Pentingnya Ideologi dalam Sistem Pemilihan
Lebih lanjut, Idrus menekankan bahwa ideologi merupakan landasan dalam setiap sistem politik yang diterapkan.Ia percaya pemilihan tidak langsung yang didorong oleh ideologi Pancasila akan membantu menciptakan pemimpin yang bukan hanya populer, tetapi juga memiliki komitmen terhadap nilai-nilai yang mengedepankan kepentingan rakyat.
Dengan demikian, pemilihan ini dianggap sebagai langkah yang dapat memperkuat legitimitas kepemimpinan dan menjaga stabilitas politik.
Tanggapan Masyarakat Terhadap Wacana Ini
Reaksi masyarakat terhadap pernyataan Idrus Marham bervariasi. Sebagian mendukung anggapan bahwa pemilihan tidak langsung bisa jadi pilihan yang lebih baik, sementara yang lain mengekspresikan kekhawatiran terkait transparansi dan akuntabilitas.Diskusi ini mencerminkan betapa kompleksnya tantangan dalam menerapkan sistem demokrasi di Indonesia dan perlunya pendekatan yang lebih inovatif untuk menjawab aspirasi masyarakat yang terus berkembang.
Sumber: fajar.co.id (06/01/2026)
Sumber: fajar.co.id (06/01/2026)
0 Komentar