Faizal Assegaf Tanggapi Somasi Demokrat Terkait Kasus Ijazah Jokowi yang Mengaitkan Nama SBY


Kritik yang dilontarkan oleh Faizal Assegaf terhadap Partai Demokrat menunjukkan ketidakpuasan terhadap cara partai tersebut menangani isu yang melibatkan ijazah Presiden Jokowi.

Isu ini tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas politik dalam konteks ambisi politik dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dengan keterlibatan tokoh-tokoh sentral seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kritik ini menyoroti ketegangan internal dalam partai yang dahulu dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di Indonesia.
 

Isu Ijazah yang Memanas

Tuduhan bahwa ijazah Jokowi tidak sah telah menjadi bahan perdebatan politik yang panas. Sejumlah pihak, termasuk Faizal, berpendapat bahwa Demokrat seharusnya lebih berhati-hati dalam mengangkat isu ini, karena dapat merugikan citra partai.

Dengan mendiskusikan ijazah presiden, Demokrat tidak hanya menghadapi kritik dari lawan politik, tetapi juga dari kalangan internal yang merasa bahwa langkah tersebut dapat menjerumuskan partai ke dalam kontroversi yang lebih besar.
 

Polemik dan Ambisi AHY

Ambisi politik AHY untuk kembali menduduki posisi strategis di panggung politik Indonesia memang menjadi salah satu latar belakang mengapa isu ini diangkat.

Faizal menilai tindakan Demokrat ini tidak hanya berimplikasi pada reputasi partai, tetapi juga mengancam stabilitas politik nasional.

Ia mengingatkan bahwa langkah-langkah yang diambil dalam perpolitikan haruslah bersih dari praktik yang merugikan, dan harus berfokus pada substansi untuk mencapai tujuan politik yang lebih noble.
 

Tentangan dari Dalam Partai

Ada suara-suara yang muncul dari dalam Partai Demokrat sendiri yang mempertanyakan keputusan untuk menyentuh isu ijazah. Banyak yang percaya bahwa isu-isu semacam ini lebih baik ditangani dengan pendekatan yang lebih diplomatis daripada konflik terbuka. 

Dengan menciptakan keretakan di dalam partai, pemilihan langkah yang kurang bijak dapat membuat partai kehilangan dukungan dari basis massa yang selama ini setia.
 

Dampak Terhadap Stabilitas Politik

Ketika sebuah partai politik mengambil langkah kontroversial seperti ini, dampaknya bisa meluas tidak hanya bagi partai itu sendiri, tetapi juga bagi iklim politik secara keseluruhan.

Faizal Assegaf mengingatkan bahwa semua pihak perlu memikirkan kembali strategi mereka, terutama ketika menyangkut isu yang menyentuh pada legitimasi pemimpin negara. Dalam jangka panjang, stabilitas politik Indonesia bisa terpengaruh jika isu-isu penting seperti ini tidak ditangani dengan bijak.

Sumber: fajar.co.id (05/01/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor