Di Hadapan Prabowo Bahlil Berjanji Korbankan Segalanya Demi Merah Putih dan Masa Depan Bangsa

Dalam konteks upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor, sebuah pernyataan tegas dari seorang menteri pemerintah mengemuka. Pernyataan ini mencerminkan tekad untuk menciptakan kemandirian energi melalui pengembangan infrastruktur yang lebih mandiri dan berkelanjutan.


Tekad Mengurangi Ketergantungan Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menghentikan impor BBM dan beralih ke produksi dalam negeri. Mengutip pemberitaan dari gelora.co (2026-01-13), Bahlil menyampaikan hal ini dalam pidatonya di depan Presiden Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026.

“Kalau ini kita mampu lakukan, gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis. Setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang impor. Tapi tidak ada masalah, demi merah putih jangan harta, nyawa pun kita kasih,” ujar Bahlil dalam pidatonya.


Tantangan yang Harus Dihadapi

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi dalam proyek RDMP Balikpapan. Fasilitas yang semestinya selesai pada Mei 2024 harus tertunda akibat insiden kebakaran yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Bahlil meyakini bahwa kehadiran kilang ini akan sangat berpengaruh terhadap pengurangan impor BBM, dan proyek tersebut mengalami banyak tantangan yang tidak terduga.


Keberanian Dalam Menghadapi Ancaman

Di tengah rencana ambisius ini, Bahlil tidak menutup kemungkinan adanya sabotase terhadap proyek yang dianggap akan mempengaruhi kepentingan pihak tertentu. “Proyek ini banyak dramanya, kenapa karena seharusnya sudah jadi awal bulan mei 2024, tapi ini terbakar,” tegasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada komitmen untuk meningkatkan kemandirian energi, ada pula tantangan yang harus dihadapi secara berani dan strategis.


Pertanyaan Kritis atas Implementasi

Namun, di balik semangat dan tekad tersebut, muncul pertanyaan tentang apakah langkah-langkah ambisius ini benar-benar akan menguntungkan rakyat. Apakah pemerintah siap menghadapi risiko dan konsekuensi dari inisiatif ini?

Ketidakpastian mengenai efektivitas dan keamanan proyek besar ini perlu dikaji lebih dalam. Dalam suasana politik yang kerap dipenuhi dengan kepentingan, sejauh mana kita bisa berharap bahwa kebijakan ini akan murni untuk kesejahteraan rakyat? 


Sumber: gelora.co (2026-01-13)

0 Komentar

Produk Sponsor