Demokrat Ajukan Somasi Kepada Pemilik Akun TikTok yang Tuding SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

Isu dugaan ijazah palsu yang melibatkan Presiden Joko Widodo dan juga Gibran Rakabuming, kini memasuki babak baru dengan langkah hukum. Partai Demokrat mengambil tindakan tegas dengan melayangkan somasi kepada Sudiro Wi Budhius M Piliang. Melalui platform TikTok, Sudiro diduga menyebarluaskan informasi yang menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai dalang di balik rumor tersebut. Demokrat menegaskan bahwa tudingan itu adalah tanpa dasar dan mengandung unsur fitnah.

Langkah Hukum Partai Demokrat

Partai Demokrat merasa perlu menjawab rumor yang dianggap merugikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Somasi tersebut menyasar video TikTok yang diunggah oleh Sudiro pada tanggal 30 Desember 2025. Dalam video tersebut, Sudiro menyatakan bahwa SBY terlibat dalam upaya menjatuhkan Presiden Jokowi melalui isu ijazah palsu. Sebagai tanggapan, Badan Hukum dan Pengamanan Partai DPP Partai Demokrat langsung bertindak, merilis somasi kepada Sudiro secara resmi.

Reaksi dan Penjelasan Demokrat

Demokrat menilai bahwa pernyataan Sudiro tidak hanya menyesatkan tetapi juga merusak reputasi SBY. Mereka menegaskan bahwa pernyataan tersebut diduga melanggar sejumlah pasal dalam undang-undang pidana Indonesia. Demokrat mengingatkan bahwa tindakan menyebarluaskan informasi palsu dapat memiliki konsekuensi hukum yang serius. Mereka juga memperingatkan bahwa tuduhan tersebut dapat memicu keresahan publik dan menganggap konten tersebut sebagai bentuk fitnah.

Implikasi Hukum dan Sosial

Kasus ini menyoroti tantangan hukum di era digital, di mana platform media sosial sering digunakan untuk menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Menurut hukum, menyebarluaskan informasi palsu bisa dikenai pasal dengan ancaman pidana. Ini bukan hanya soal reputasi politik, tetapi juga mempertaruhkan tanggung jawab sosial dari setiap pihak yang terlibat. Penggunaan media sosial untuk menyebarkan isu-isu sensitif perlu dihadapi dengan lebih bijaksana.

Harapan dan Langkah Kedepan

Demokrat berharap tindakan mereka dapat menjadi contoh bagi pihak lain agar lebih berhati-hati dalam menggunakan platform sosial media. Mereka juga menginginkan agar semua pihak yang terlibat dalam politik dapat bersikap adil dan bijaksana dalam menyikapi setiap isu. Kasus ini diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan ke publik.

Sumber: www.gelora.co (2026-01-01)

0 Komentar

Produk Sponsor