
Di tengah hiruk-pikuk dunia politik yang sarat dengan ketidakpastian, suara-suara kritis dari masyarakat sipil kembali mengemuka. Keriuhan ini semakin terasa ketika beberapa tokoh yang terlibat dalam kontroversi ijazah mantan presiden berkunjung untuk menyampaikan pandangan mereka.
Dalam konteks ini, Dokter Tifa yang juga menjadi salah satu aktor yang sering diperbincangan dalam skandal ijazah Jokowi, memberikan pernyataan tajam yang menyinggung tentang sikap dan kehormatan seseorang.
Dokter Tifa Tegaskan Pilihan untuk Terus Berjuang
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya, Dokter Tifauzia Tyassuma mengekspresikan pendapatnya terkait situasi tersebut. Mengutip pemberitaan dari gelora.co (2026-01-11), ia menegaskan pentingnya memilih posisi yang jelas dalam berhadapan dengan tantangan ini. "Memilih menjadi orang yang seBERANI-BERANInya, atau menjadi orang yang seHINA-HINAnya. Pilihan di tangan kita," tegasnya.
Di saat yang sama, Dokter Tifa tidak menampik bahwa ia bersama rekannya, Pakar Digital Forensik Rismon Sianipar dan Pakar Telematika Roy Suryo, sedang berupaya untuk bersatu dalam perjuangan yang lebih besar. "Tapi 15 April 2025, di kampus kami UGM, membuat kami bertiga bertemu. Dan berjuang dalam satu. Dan akan terus begitu, selama Allah SWT mengizinkan," ungkapnya dalam nada optimis.
Komitmen untuk Tetap Berjuang
Dokter Tifa menjelaskan lebih lanjut mengenai hubungan antara dirinya dan rekan-rekannya. Ia menyampaikan bahwa meski mereka tidak selalu tampil bersama, komitmen mereka untuk menyuarakan kebenaran tetap utuh. "Mungkin kami tidak selalu terlihat sama-sama. Mungkin yang berhasil kumpul cuma dua. Mungkin suatu kali yang terlihat tampil hanya satu saja," ujarnya, menyoroti kompleksitas perjuangan mereka.
Dengan diksi yang penuh semangat itu, ia berharap agar semangat satu untuk semua dan semua untuk satu dapat menjadi penggerak utama dalam upaya menghadapi tantangan yang ada.
Mengguncang Kesadaran Publik
Pernyataan Dokter Tifa jelas menciptakan gelombang di kalangan publik, mengingat konteksnya yang sangat relevan dengan isu-isu moral dan etika dalam politik. Menghadapi situasi di mana banyak orang merasa terpinggirkan, ungkapan tersebut berfungsi sebagai pengingat akan tanggung jawab bersama di antara masyarakat.
Dalam hal ini, tekad disampaikan Dokter Tifa menjadi penting untuk menggugah kesadaran publik terhadap masalah yang lebih besar. Dia menunjukkan bahwa keberanian untuk berbicara harus didukung dan diakui.
Sumber: gelora.co (2026-01-11)
0 Komentar