
Dalam dunia hiburan, setiap komedian memiliki ciri khas yang membedakannya dari yang lain. Pandji Pragiwaksono, seorang pelawak terkemuka, belakangan ini menjadi sorotan publik, terutama terkait pandangannya terhadap sosok Anies Baswedan.
Dalam berbagai penampilan, ia sering diidentifikasi sebagai "anak abah", merujuk kepada dukungannya terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Namun, baru-baru ini, ia merasa perlu menjelaskan mengapa Anies tidak muncul dalam materi stand-up comedy terbarunya, "Mens Rea".
Klarifikasi atas Tuduhan
Dalam tayangan YouTube resminya, Pandji Pragiwaksono menyampaikan penjelasan yang cukup gamblang. Ia menginginkan pandangan publik yang lebih objektif terkait posisinya terhadap Anies Baswedan. Mengutip pemberitaan dari gelora.co (2026-01-11), Pandji menegaskan bahwa ia telah menjadi salah satu YouTuber yang paling kritis terhadap Anies.
“Katanya, Pandji Pragiwaksono gak berani ngebahas Anies Baswesan, gak berani becandain, alasannya saya dukung Anies Baswedan, faktanya adalah tak ada satupun YouTuber di Indonesia yang kritik Anies Baswedan kecuali Pandji Pragiwaksono,” ujar Pandji dalam rekaman yang diambil dari Amerika Serikat.
Riwayat Kritik yang Dilontarkan
Pandji kemudian membagikan berbagai materi yang telah ia buat selama bertahun-tahun, menunjukkan bahwa kritik terhadap Anies bukanlah hal baru baginya. Ia menyebutkan sejumlah video yang pernah ia unggah, yang merefleksikan pandangannya yang kritis.
“Kalau mau buka YouTube gue dari 2017 - 2023 banyak banget, gue pernah bikin video review jabatan Anies Baswedan, skor 2 bintang dari 5 bintang, korupsi formula E, DP nol persen. Tak ada YouTuber lain tuh,” jelasnya dengan tegas. Ia juga mengajak publik untuk menelusuri karyanya yang lain yang sering mengangkat tema politik, termasuk sosok Anies menjadi punchline dalam beberapa leluconnya.
Pandji Mengaku Sering Bahas Anies Sebelum Mens Rea
Pandji Pragiwaksono menekankan bahwa tidak ada komika lain yang seaktif dirinya dalam menjadikan Anies Baswedan sebagai bahan humor. “Saya pernah bahas Anies elektabilitasnya rendah tiba-tiba menang, semua ada,” ungkapnya, menunjukkan bahwa bagi Pandji, kritik dan humor bisa berjalan beriringan. Dalam konteks ini, ia berusaha menegaskan bahwa pandangannya tidak sepenuhnya mendukung, melainkan juga kritis.
Dengan berbagai kritik yang dilontarkan di platform digital, Pandji ingin publik memahami bahwa meskipun tidak membahas Anies di "Mens Rea", ia tetap memiliki komitmen untuk menyampaikan sudut pandangnya yang berani.
Harapan atas Dampak Kritik Terhadap Kekuasaan
Banyak yang berharap agar kritikan yang disampaikan melalui platform hiburan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman politik masyarakat. Namun, sejauh mana hal ini bisa sampai kepada telinga kekuasaan?
Sebagai pembaca, mari kita berdiskusi mengenai hal ini. Apa pendapat Anda tentang peran komedian dalam menyampaikan kritik sosial dan politik? Apakah Anda setuju dengan langkah yang dilakukan Pandji?
Sumber: gelora.co (2026-01-11)
0 Komentar