Arie Kriting Bongkar Ciri Buzzer atau Bukan dari Profil Media Sosial



Dalam unggahan terbarunya di akun @arie_kriting di platform X (Twitter), Arie Kriting mengungkapkan pandangannya mengenai cara membedakan antara buzzer dan pengguna media sosial biasa. 

Pernyataan ini muncul di tengah maraknya perdebatan mengenai keberadaan buzzer di platform media sosial, terutama setelah aksi Pandji di Mens Rea yang memicu diskusi hangat.


Membedakan Buzzer dan Pengguna Biasa

Menurut Arie Kriting, “Gampang kok cara membedakan Buzzer dan bukan Buzzer. Kalau timelinenya 90% soal politik dari salah satu pihak, berarti buzzer. Kalau sekali-sekali saja membahas politik, berarti bukan buzzer.” ujarnya.

Arie menggarisbawahi pemahamannya tentang karakteristik buzzer, yang seringkali terfokus pada satu sudut pandang politik.


Peran Politik Warga Negara Dimata Arie

Selanjutnya, Arie Kriting menekankan pentingnya peran serta warga negara dalam diskusi politik.

Ia menyatakan, "Iya kadang kita bahas politik, tapi sebagai warga negara yang peduli." Pernyataan ini menggambarkan bahwa meskipun seseorang terlibat dalam perbincangan politik, itu tidak serta merta mengindikasikan bahwa mereka adalah buzzer. 

Arie mengajak masyarakat untuk lebih aktif dan kritis dalam berpartisipasi dalam isu-isu politik.


Fenomena Buzzer di Indonesia

Fenomena buzzer di Indonesia telah banyak menjadi sorotan, terutama menjelang pemilu. Mereka sering kali digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memanipulasi opini publik

Dengan penjelasan Arie Kriting, diharapkan masyarakat dapat lebih cermat dalam menganalisis konten yang muncul di media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang sepihak


Kesadaran Kritis di Era Digital

Pernyataan Arie Kriting ini dapat dimaknai betapa pentingnya kesadaran kritis di era digital, khususnya di media sosial. 

Dengan semakin banyaknya informasi yang beredar, masyarakat dituntut untuk lebih selektif dan memahami konteks di balik setiap cuitan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dan pemikiran kritis menjadi kunci dalam menyaring informasi yang diterima.

Sumber: Akun Arie Kriting di X (Twitter) pada tanggal Kamis, 8 Januari 2026.

0 Komentar

Produk Sponsor