
- Ferdinand Hutahean mengkritik Presiden Jokowi, menyebut kebijakan pemerintahannya berkontribusi pada kerusakan Indonesia.
- Aksi massa di depan kediaman Jokowi di Solo menjadi seruan bagi masyarakat untuk mengekspresikan ketidakpuasan politik secara damai.
- Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak (ARIB) juga menggelar aksi dengan kritik tajam terhadap Jokowi, menuntut respons atas isu dugaan makar.
Politisi Ferdinand Hutahean baru saja meluncurkan kritik tajam kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang ia anggap ikut andil dalam berbagai permasalahan yang dialami Indonesia saat ini.
Kritik Keras dari Ferdinand
Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-09-12, Ferdinand menyatakan bahwa negara ini mengalami kerusakan akibat kebijakan pemerintahan Jokowi selama menjabat.
Ferdinand mengemukakan pendapatnya tersebut saat menanggapi aksi massa yang mendatangi kediaman Jokowi di Solo.
"Indonesia rusak karena Jokowi. Lakukan apa yang dilakukan massa kemarin di setiap daerah ketika dia datang, lakukan itu. Semua harus lakukan itu karena dia harus diberi hukuman politik," tegas Ferdinand.
Pernyataan ini jadi seruan bagi masyarakat untuk menggunakan jalur perlawanan politik guna mengekspresikan ketidakpuasan terhadap Jokowi.
Jangan Terpengaruh Taktik Politik
Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak gampang terpengaruh oleh taktik politik mantan Presiden tersebut.
"jangan mau diperdaya Jokowi. Jangan mau ditipu muslihat oleh dia hanya untuk politik dan keluarganya," tuturnya.
Ferdinand menambahkan, masyarakat kini semakin paham akan sosok Jokowi, dan itu artinya aksi penolakan terhadap mantan Presiden ini berpotensi meningkat.
"Yang mau kita lihat adalah bahwa hal seperti ini ke depan akan banyak terjadi karena masyarakat semakin paham, semakin tahu dia yang sesungguhnya," ujarnya.
Perlawanan Politik dari Rakyat
Ia juga menjelaskan bahwa aksi massa di depan rumah mantan presiden itu merupakan bentuk perlawanan politik yang damai.
Namun, Ferdinand menegaskan bahwa mereka belum melakukan tindakan kekerasan fisik.
"Mereka baru meminta dia untuk tidak cawe-cawe dalam politik nasional. Mereka belum melakukan kekerasan politik, saya bicara tentang kekerasan politik, bukan kekerasan fisik," katanya.
Pesan dari Aliansi Rakyat
Sebelumnya, Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak (ARIB) datang dengan berbagai perlengkapan aksi dan poster yang menyoroti isu politik terkait Jokowi.
Poster-poster tersebut mencakup pesan-pesan tajam seperti "Jokowi Jongos Oligarki", "Jokowi Power Syndrome", dan kritik lainnya.
Koordinator Aksi ARIB, Bangun Sutoto, menjelaskan bahwa kedatangan mereka terkait dengan pernyataan dugaan makar yang pernah disampaikan Budi Arie.
Bangun menegaskan bahwa Jokowi perlu mendapatkan respons terkait masalah tersebut.
"Kami ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Jokowi karena menurut kami Bapak Jokowi belum lama ini duduk di sebelah kiri saudara Budi Arie yang menyampaikan indikasi adanya makar. Karena itu kami sebagai anak bangsa mewakili seluruh rakyat Indonesia tidak bisa tinggal diam," ujar Bangun.
Kesimpulan dan Ajakan Diskusi
Dari semua ini, kritik Ferdinand dan aksi massa yang terjadi menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif dalam mengekspresikan pendapat mereka.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-09-12)
0 Komentar