Statement Jokowi Larang Kekuasaan untuk Menjatuhkan, Aktivis: "Pembohong Orang Ini. Penipu, Pembunuh"

📌 Ringkasan Berita:
  • Jokowi mendapat sorotan tajam dari aktivis Rustam Effendi terkait pernyataannya tentang larangan menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang.
  • Rustam menuduh Jokowi berpura-pura bersih meski ada banyak kasus kematian dan penangkapan aktivis selama pemerintahannya, termasuk tragedi Kanjuruhan dan KM 50.
  • Jokowi merespons kritik tersebut dengan menegaskan pentingnya menggunakan kekuasaan dengan bijak dan mengakui bahwa kritik dalam politik adalah hal yang biasa.

Jokowi baru saja bikin heboh dengan pernyataannya tentang larangan menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang.

Aktivis 98, Rustam Effendi, langsung melontarkan kritik tajam yang bikin suasana semakin panas.

Kritik Pedas dari Rustam Effendi

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-09-11, Rustam menuduh Jokowi seolah-olah tampil sebagai sosok yang bersih, padahal ada banyak kasus kematian dan penangkapan aktivis selama masa pemerintahannya.

Rustam bilang, "Seolah-olah kan kayak dia orang bener gitu, kan. Jadi penguasa kalau berkuasa tidak boleh menekan, membunuh. Padahal dia kan pembunuh yang banyak."

Rustam juga menyebut beberapa peristiwa kelam, seperti tragedi Kanjuruhan dan kasus KPPS, yang menurutnya menunjukkan banyaknya korban jiwa di era Jokowi.

Dia menambahkan, "KM 50, Bawaslu, Kanjuruhan, KPPS, ribuan yang dibunuh. Tapi dengan seolah-olah dia orang bersih, orang baik, berani ngomong begitu."

Penangkapan Aktivis dan Janji yang Dikhianati

Tak hanya itu, Rustam juga menyinggung soal banyaknya aktivis yang ditangkap, yang ia anggap sebagai bentuk penindasan.

Dia mengungkapkan, "Semenjak rezim Jokowi, kita tahu berapa banyak orang yang meninggal. Dan berapa banyak aktivis yang ditangkap-tangkap, gitu kan? Termasuk juga anak Soekarno ditangkap juga."

Rustam semakin mengecam dengan mengatakan, "Ini kan luar biasa orang ini. Tapi seolah-olah hari ini merasa orang yang paling bersih, bicaranya seolah-olah seorang negarawan, padahal kan pembohong orang ini. Penipu, pembunuh."

Dia juga mengungkit berbagai proyek serta janji yang pernah jadi sorotan, seperti Ibu Kota Nusantara dan kereta cepat.

Rustam menyatakan, "Pembohongan apa yang nggak dibohongin dari Jokowi? IKN, kereta cepat, Esemka, kan pembohongan juga."

Respon Jokowi terhadap Kritikan

Pernyataan Rustam muncul setelah Jokowi menyampaikan pesan di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kebumen pada 29 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengakui menerima banyak kritik dan serangan, yang dia bilang adalah hal biasa dalam politik.

Jokowi juga menekankan pentingnya menggunakan kekuasaan dengan bijak, mengatakan, "Lamun siro sakti ojo mateni. Meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan atau membunuh. Tidak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan yang besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Itu hal yang tidak baik."

Kesimpulannya, perdebatan ini menunjukkan ketegangan antara pemerintah dan aktivis, serta menyoroti berbagai isu yang belum terpecahkan.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!


Sumber: gelora.co (2026-09-11)

0 Komentar

Produk Sponsor
Featured Image
Politik Nasional

Judul Berita