Rocky Gerung: Londo Ireng Jadi Simbol Pengkhianat di Mata Megawati

📌 Ringkasan Berita:
  • Rocky Gerung menjelaskan istilah Londo Ireng yang digunakan Prabowo sebagai simbol pengkhianatan, mengacu pada Jokowi.
  • PDIP menilai Jokowi melanggar AD/ART partai karena tidak mendukung pasangan yang diusung dan dianggap mencederai konstitusi.
  • Prabowo menyatakan bahwa mentalitas Londo Ireng masih ada, merujuk pada orang-orang yang lebih loyal pada kepentingan asing daripada bangsa sendiri.

Pengamat politik Rocky Gerung baru-baru ini menjelaskan istilah Londo Ireng yang dipakai Presiden Prabowo Subianto sebagai simbol pengkhianatan.

Siapa Itu Londo Ireng?

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-11, Rocky mengungkapkan bahwa publik memang mengakui adanya pengkhianat, yang dalam pandangan radikal merujuk pada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai Jokowi dianggap mengkhianati konstitusi dan menyulut dendam Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dalam tradisi Jawa, Londo Ireng berarti “Belanda hitam” dan identik dengan pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat.

Istilah ini dahulu dipakai untuk menyebut pihak yang berpihak pada kolonial Belanda.

Rocky juga mengatakan, "Tapi bagi publik umum merasa ya memang ada pengkhianat kok. Siapa yang londo ireng? Misalnya kalau kita radikalkan ya Jokowi. Siapa yang mesti ucapkan itu? Publik. Siapa yang paling dendam dengan isu itu? Megawati," ujarnya dalam kanal YouTube Total Politik.

PDIP dan Jokowi

Sebagai informasi, PDIP secara resmi menilai Jokowi melakukan pelanggaran berat terhadap AD/ART partai.

Ia dianggap membangkang karena tidak mendukung pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD yang diusung PDIP, melainkan mengarahkan dukungan ke kubu Prabowo Subianto yang berpasangan dengan putranya, Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, sejumlah pengamat hukum menilai Jokowi mencederai konstitusi karena menggunakan pengaruh kekuasaan untuk meloloskan Gibran sebagai cawapres melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 90/PUU-XXI/2023, yang dipimpin oleh adik iparnya, Anwar Usman.

Langkah ini dicap sebagai bentuk nepotisme yang merusak tatanan hukum dan moralitas demokrasi.

Pernyataan Prabowo

Sebelumnya, Prabowo dalam sambutannya di Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026), menyebut mentalitas londo ireng masih ada hingga kini.

Ia menilai sebagian orang Indonesia lebih senang mengabdi kepada kepentingan bangsa asing daripada bangsa sendiri.

"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan," kata Prabowo.

Ia juga menyindir kalangan wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM dengan mengatakan, "harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?"

Kesimpulan

Berita ini memberikan gambaran tentang bagaimana istilah Londo Ireng digunakan dalam konteks politik di Indonesia saat ini.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-08-11)

0 Komentar

Produk Sponsor