
- Tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo Subianto anjlok ke 51,1 persen, mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang ada.
- Pengamat politik Rocky Gerung mengaitkan penurunan elektabilitas Prabowo dengan posisi wakil presiden Gibran, yang berdampak pada persepsi publik.
- Kondisi ekonomi yang sulit dan protes masyarakat semakin mempertegas tantangan besar yang dihadapi pemerintah ke depan.
Panggung politik Indonesia lagi panas banget, soalnya tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto anjlok ke angka 51,1 persen menurut lembaga survei SMRC.
Angka Kepuasan Publik Menurun
Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 01/08/2026, angka ini dianggap bukan sekadar statistik, tapi juga gambaran nyata dari kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang ada.
Para pengamat menilai penurunan elektabilitas Prabowo nggak bisa dipisahkan dari permainan politik elite dan kurangnya koordinasi dalam lingkaran kekuasaan.
Rocky Gerung Bongkar Beban Ganda: “Wapresnya Ngapain di Situ?”
Melansir pemberitaan dari democrazy.id pada 01/08/2026, Rocky Gerung, seorang pengamat politik, menilai merosotnya angka kepuasan ini adalah konsekuensi dari kepemimpinan satu paket dalam Pilpres 2024.
“Kalau melihat surveinya turun jauh dari 81 ke 51 persen. Tapi kalau kita balik, negative impression terhadap Prabowo itu berakibat apa pada wakil presidennya? Kalau Prabowo tinggal 50 persen, itu artinya Gibran tinggal 2 persen. Kan dia satu paket. Jadi kita mesti lihat Prabowo itu drop elektabilitasnya karena ada Gibran di situ,” ujar Rocky, dikutip dari kanal YouTube Hendri Satrio.
Rocky juga menambahkan bahwa ada kritik tentang kurangnya peran nyata dari anggota kabinet yang dirasakan oleh masyarakat.
Kondisi Ekonomi dan Protes Masyarakat
Menyimak pemberitaan dari democrazy.id pada 01/08/2026, di tengah banyaknya protes dan tekanan ekonomi, publik semakin kritis terhadap kepemimpinan yang ada.
Dengan segala dinamika politik yang terjadi, muncul pertanyaan besar tentang bagaimana arah kebijakan pemerintah ke depan.
Kesimpulannya, penurunan kepuasan publik terhadap Prabowo menunjukkan adanya tantangan besar yang harus dihadapi oleh pemerintah.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (01/08/2026)
0 Komentar