
- Jimly Asshiddiqie mengingatkan publik untuk tidak terbawa emosi terkait polemik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
- Dia menilai isu ijazah Gibran seharusnya tidak menghabiskan banyak waktu, karena ada masalah yang lebih penting untuk diatasi.
- Jimly juga menegaskan bahwa Gibran adalah Wakil Presiden terpilih dan masyarakat harus menerima kenyataan tersebut, sambil tetap memiliki hak untuk memilih di pemilihan mendatang.
Polemik tentang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lagi hangat-hangatnya diperbincangkan, dan ini menarik perhatian publik.
Menanggapi Emosi Publik
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-23, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, mengingatkan masyarakat untuk tidak terbawa emosi terkait isu ini.
Jimly mengajak semua orang untuk melihat masalah dari sudut pandang yang lebih luas, yang dia sebut sebagai 'helikopter view'.
Dia percaya bahwa dengan melihat secara lebih luas, setiap persoalan bisa dipahami dengan lebih baik dan solusinya bisa dicari.
Dia menambahkan, "Ini sekali lagi permainan bernegara ya, gak usah baper gitu loh. Lihat dengan helikopter view semua persoalan, oh ini tuh gitu jadi kecil."
Energi Publik Tersita karena Polemik Ijazah
Jimly juga menyoroti polemik ijazah Gibran yang terus dibahas di masyarakat.
Dia berpendapat bahwa isu ini seharusnya tidak menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga, mengingat ada banyak masalah lain yang lebih penting.
"Jadi kita akan menemukan solusinya, gak usah baper. Apalagi di zaman kayak sekarang ini banyak sekali masalah," jelas Jimly.
Dia menegaskan bahwa masyarakat seharusnya tidak fokus pada hal-hal kecil seperti ijazah.
"Ada orang ngabisin waktunya ngurusin urusan ijazah misalnya gitu loh. Jadi ini ngabisin waktu," tambahnya.
Jimly menyadari ada sebagian orang yang belum menerima Gibran setelah perjalanan politiknya.
Namun, dia mengingatkan bahwa Gibran sekarang adalah Wakil Presiden yang terpilih, dan itu harus diterima.
"Ada yang masih kecewa kepada Gibran, terus lah bagaimana, dia udah jadi wapres ya kan, terserah Anda setuju, tidak setuju dan apa, milih, tidak milih kan dia udah jadi wapres, dan jadi wapres sampai 2029," ucap Jimly.
Dia meminta publik untuk tidak berlarut-larut di dalam kekecewaan atau polemik yang ada.
"Harus diterima, ini sekali lagi permainan bernegara ya gak usah baper gitu loh," tegasnya.
Jimly juga menekankan bahwa masyarakat masih memiliki hak untuk menentukan pilihan di pemilihan mendatang.
"Nanti jangan dipilih lagi kalau nggak mau gitu," tukasnya.
Jimly Jelaskan Mekanisme Pemberhentian Gibran
Dalam kesempatan tersebut, Jimly menjelaskan tentang kemungkinan pemberhentian Gibran sebagai Wakil Presiden.
Kesimpulannya, Jimly mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu-isu politik dan tidak terjebak dalam polemik yang tidak perlu.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-08-23)
0 Komentar