
- Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan pendekatan keamanan dalam menangani kerusuhan di Aceh dan konflik di Papua.
- Gatot menekankan pentingnya dialog dan pendekatan teritorial untuk membangun kepercayaan masyarakat, serta tidak menganggap masalah di kedua daerah sebagai isu terpisah.
- Dia juga mengingatkan bahwa masalah kesejahteraan, kebijakan pusat, dan kapasitas daerah perlu diperhatikan untuk menyelesaikan konflik secara menyeluruh.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan pendekatan keamanan dalam menghadapi kerusuhan di Aceh dan konflik di Papua.
Pentingnya Pendekatan yang Beragam
Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-20, Gatot menekankan bahwa masalah di kedua daerah itu lebih rumit daripada sekedar isu keamanan.
Dia juga menyatakan bahwa pengerahan kekuatan tanpa menyelesaikan masalah yang mendasar justru bisa memperburuk hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Gatot, seharusnya pemerintah lebih fokus pada pendekatan teritorial, dialog, dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.
“Seharusnya tidak melakukan operasi tempur, tetapi operasi teritorial untuk merebut hati dan pikiran rakyat,” kata Gatot dalam webinar Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab, dikutip Kamis (20/8/2026).
Memahami Akar Masalah
Gatot juga mengomentari kericuhan di Banda Aceh yang terjadi pada 15 Agustus 2026, dan meminta pemerintah tidak menganggapnya sebagai insiden terpisah.
Menurutnya, gejolak tersebut bisa mencerminkan akumulasi masalah dan kekecewaan dari masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi.
Salah satu hal yang menjadi sorotannya adalah penanganan dampak banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025.
Ia menilai, respons pemerintah daerah terhadap masalah tersebut sangat berkaitan dengan kapasitas anggaran daerah.
Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat dan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) juga harus dipertimbangkan dalam evaluasi kondisi sosial di daerah.
Keterbatasan fiskal daerah berdampak langsung pada kemampuan pemerintah dalam mengatasi bencana dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mendengar Suara Masyarakat
Gatot juga mengingatkan pemerintah untuk tidak melihat masalah di Papua hanya dari sudut pandang keamanan.
Dia menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan masyarakat agar pemerintah bisa memahami tuntutan dan alasan konflik yang terus berulang.
Pendekatan teritorial harus melibatkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk mendengar permasalahan dan membangun rasa percaya.
Gatot menegaskan bahwa masalah di Aceh dan Papua tidak bisa disederhanakan menjadi urusan keamanan saja.
Ada isu ketimpangan kesejahteraan, kebijakan pusat, kapasitas daerah, sejarah hubungan antara pusat dan daerah, serta rasa keadilan yang perlu diperhatikan.
Kesimpulannya, pendekatan yang lebih inklusif dan dialogis dianggap penting untuk menyelesaikan masalah di Aceh dan Papua secara menyeluruh.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-08-20)
0 Komentar