
- Menteri Luar Negeri Sugiono mendapat kritik tajam karena dianggap tidak profesional dan kurang mumpuni dalam menjalankan tugasnya.
- Mantan diplomat PLE Priatna menilai kepemimpinan Sugiono melempem dan mengabaikan protokol penting, seperti pertemuan dengan 17 duta besar asing.
- Priatna mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencari pengganti Sugiono yang lebih kredibel demi marwah diplomasi Indonesia.
Kiprah Menteri Luar Negeri Sugiono lagi-lagi jadi sorotan publik, dan ada yang bilang udah saatnya Presiden Prabowo Subianto cari pengganti yang lebih mumpuni.
Mengapa Sugiono Dapat Kritik?
Melansir pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-09, mantan Diplomat RI PLE Priatna menyatakan bahwa seharusnya Sugiono diganti karena dianggap tidak profesional.
Priatna membandingkan kapasitas Sugiono dengan menteri luar negeri sebelumnya yang dinilai lebih berkualitas.
" Itu kayak membandingkan langit dan bumi. Artinya begini pak, ada satu esensi bahwa diplomat itu pekerjaan diplomasi dan diplomat itu suatu profesi. (Harus) ditekuni secara sungguh-sungguh, dilakukan secara sungguh-sungguh. Dan mereka (menlu) bisa melakukannya tanpa selalu mengiringi presiden, semua itu kan orang-orang hebat," ucap Priatna.
Ia juga menyebut nama-nama seperti Mochtar Kusumaatmadja, Ali Alatas, Hassan Wirajuda, dan Retno Marsudi yang pernah mengangkat martabat diplomasi Indonesia.
Sementara itu, Priatna menilai kepemimpinan Sugiono di Kemlu terkesan melempem dan kurang berdaya.
Dia menyoroti masalah protokoler ketika ada 17 duta besar asing yang tidak teragendakan untuk bertemu presiden.
"Contohnya kemarin, ada 17 duta besar asing yang harus sudah menyerahkan kredensial kepada presiden tapi tidak teragendakan, bahkan terabaikan," ungkapnya.
Priatna mendesak presiden agar segera mencopot Sugiono, dengan alasan ada banyak figur lain yang lebih kredibel.
“Kalau memang ini berlangsung seperti ini, saatnya mengganti menteri luar negeri saat ini, tidak ada kata lain, ya karena menurut saya tidak profesional. Bukan benci atau tidak suka ya, nggak professional nih kayak gini. Ini bukan soal (jago) bahasa, tapi soal marwah negara dibawa,” tandasnya.
Kesimpulannya, perdebatan mengenai posisi Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri menuai banyak pendapat.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-08-09)
0 Komentar