
- Diskusi mengenai perpisahan Jokowi dan Prabowo semakin intens, terutama setelah survei kepuasan pemerintah menunjukkan penurunan.
- Ray Rangkuti dari Lingkar Madani menyebut pernyataan Ketua Umum Projo sebagai sinyal awal adanya perubahan politik menuju Pilpres 2029.
- Kubu Jokowi dikabarkan mulai bersiap mengambil langkah di luar pemerintahan Prabowo, yang dianggap sebagai "soft deklarasi" perpisahan untuk Pilpres mendatang.
Diskusi tentang kemungkinan perpisahan jalan Jokowi dan Prabowo semakin menghangat, terutama setelah survei kepuasan pemerintah menunjukkan penurunan.
Persiapan Strategi Politik Jokowi
Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 30/08/2026, Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyebut pernyataan dari Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, bisa jadi sinyal awal adanya perubahan politik.
Ray mengungkapkan bahwa kubu Jokowi mulai bersiap mengambil langkah di luar pemerintahan Prabowo Subianto.
Soft Deklarasi Menuju Pilpres 2029
Menurut Ray, langkah ini adalah bentuk "soft deklarasi" yang menandakan adanya kemungkinan perpisahan antara Jokowi dan Prabowo untuk Pilpres 2029.
“Ini semacam pradeklarasi bahwa Pak Jokowi siap berpisah dengan Pak Prabowo tahun 2029 yang akan datang,” kata Ray dalam diskusi pada Jumat (28/8/2026).
Potongan Video Budi Arie dan Potensi Politik
Ray juga menyoroti potongan video pernyataan Budi Arie yang beredar di publik, yang dinilai memuat substansi penting.
Dia menegaskan bahwa video yang dipotong tersebut mengandung potensi kerawanan politik yang tinggi.
“Sebab yang dipotong sebenarnya video yang menurut saya paling substantif, tapi juga paling berbahaya,” ujar Ray.
Polemik ini berawal saat Budi Arie berbicara dalam sebuah forum dengan posisi duduk di samping Jokowi.
Kesimpulannya, isu ini menunjukkan adanya perubahan dinamika politik jelang Pilpres 2029.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (30/08/2026)
0 Komentar