Institusi Beralih ke Crypto, Sementara Hacker Negara Mencoba Menembusnya

📌 Ringkasan Berita:
  • Otoritas Jasa Keuangan Inggris sedang merancang regulasi untuk tokenisasi emas, berpotensi menambah £33 miliar ke ekonomi Inggris pada 2035.
  • London berperan penting dalam perdagangan emas global, dan tokenisasi emas bisa menjadi produk institusional di pasar ini.
  • Sementara regulasi berkembang, ancaman dari peretas, khususnya kelompok terkait Korea Utara, semakin meningkat dengan penggunaan AI dalam serangan mereka.

Di dunia crypto, ada dua hal yang terjadi bersamaan dan saling berlawanan arah.

Regulators Are Finally Building Rails for Real-World Gold

Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 13/08/2026, tokenisasi emas yang dulunya cuma jadi produk niche kini mulai dilirik oleh banyak institusi.

Otoritas Jasa Keuangan Inggris, Financial Conduct Authority, saat ini sedang mengadakan pembicaraan dengan bank dan pelaku pasar untuk membuat standar regulasi terkait tokenisasi emas, terutama bagaimana fungsinya sebagai jaminan di pasar keuangan.

Ini bukan hanya sekadar omong kosong, tetapi merupakan bagian dari dorongan lebih luas dari FCA dan Bank of England untuk membangun kerangka regulasi seputar tokenisasi.

Kerangka ini sebelumnya juga mencakup sekuritas token dan instrumen penyelesaian, dan sebuah kelompok kerja yang terkait dengan pemerintah memperkirakan ini bisa menambah £33 miliar per tahun ke ekonomi Inggris pada tahun 2035.

Fokus pada sektor emas ini penting karena London mengelola sekitar 70% volume perdagangan emas global — jadi, jika ada pasar yang bisa menjadikan tokenisasi emas sebagai produk yang benar-benar institusional, itu adalah London.

Untuk rincian lengkap tentang apa yang diusulkan FCA dan bagaimana ini berhubungan dengan roadmap tokenisasi yang lebih luas di Inggris, kamu bisa cek di liputan CryptoPulse mengenai kerangka tokenisasi emas FCA.

While the Front Door Opens, State Hackers Are Working the Back Door

Sekarang, ada berita kurang nyaman: uang institusi yang masuk ke crypto justru menarik perhatian para penyerang yang semakin canggih, dengan Korea Utara tetap menjadi aktor ancaman paling gigih di bidang ini.

Sebuah firma keamanan siber asal Korea Selatan, Genians Security Center, baru-baru ini menemukan bahwa Kimsuky (yang juga dikenal sebagai APT43, Thallium, dan Velvet Chollima), sebuah kelompok peretas yang terhubung dengan Korea Utara, mulai menyematkan AI generatif langsung ke dalam infrastruktur serangannya.

Peneliti juga menemukan AI lokal.

Jadi, bisa dibilang, saat institusi merangkul dunia crypto, para peretas tidak mau ketinggalan dan semakin canggih dalam menyerang.

Kesimpulannya, perkembangan di dunia crypto ini menunjukkan adanya kemajuan dari sisi regulasi, namun juga meningkatnya ancaman dari peretas yang terus mencari celah.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (13/08/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor