
- Prof. Zainal Arifin Mochtar mengkritik kebijakan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa yang dianggap lebih untuk kepentingan politik daripada kesejahteraan rakyat.
- Implementasi program-program tersebut dinilai buruk, terlihat dari keterlibatan KPK dan aparat hukum dalam menindak dugaan korupsi.
- Kebijakan Kopdes Merah Putih dianggap menyimpang dari nilai ekonomi kerakyatan dan lebih mendukung praktik kapitalisme negara.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zainal Arifin Mochtar, mengemukakan kritik terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang dianggap populis.
Kritik Terhadap Program Populis
Melansir pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-29, program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dan Sekolah Rakyat dianggap menyimpang dari tujuan utama menciptakan kesetaraan ekonomi.
Uchenk mempertanyakan apakah program-program tersebut benar-benar ditujukan untuk menyejahterakan rakyat atau hanya sekadar menjadi alat untuk memperkuat kekuasaan.
Dalam sesi diskusi pada 27 Agustus 2026, Uchenk menyatakan, "Apa yang mau saya katakan terkait kualitas kebijakan? Ternyata dalam analisis yang dibangun, (program-program) ini dipakai untuk menopang mesin politik, bahkan dipakai untuk menopang mesin keamanan dan ketertiban."
Kualitas Implementasi yang Buruk
Uchenk juga menyoroti bahwa implementasi program-program tersebut di lapangan memiliki kualitas yang buruk.
Indikasi ini terlihat dari keterlibatan aparat penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, dan Kejaksaan, yang terjun untuk menindak pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi proyek MBG.
Perubahan Arah Kebijakan
Untuk program Kopdes Merah Putih, Uchenk menilai bahwa kebijakan tersebut telah jauh dari nilai-nilai ekonomi kerakyatan.
Dia menegaskan bahwa praktik yang ada justru mengarah pada kapitalisme negara.
Kecurigaan ini sejalan dengan riset yang dipaparkan dalam film dokumenter Dirty Vote, di mana Uchenk mengungkapkan bahwa banyak eksekutor program Kopdes dan MBG terhubung dengan yayasan dan individu tertentu di lingkaran kekuasaan.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-08-29)
0 Komentar