
- Geng SOP dituduh menyelundupkan data palsu tentang upah pengupas bawang dalam pidato Prabowo Subianto, memicu kemarahan publik.
- Prabowo memperkenalkan Susana, buruh harian pengupas bawang, yang disebut menerima upah Rp700 ribu per kilogram, yang langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.
- Pemerintah, melalui Menteri Sekretaris Negara, berjanji untuk memverifikasi data yang disampaikan dalam pidato untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.
Geng SOP lagi-lagi bikin heboh setelah dinyatakan menyelundupkan data palsu terkait upah pengupas bawang di pidato Prabowo Subianto.
Faksi Geng SOP Dapat Sorotan
Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-16, pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai faksi Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok) sudah kelewatan.
Dia mengatakan bahwa pihak tersebut telah menyelundupkan data palsu yang bikin publik geram.
"Faksi Geng SOP dalam pemerintahan @prabowo sudah keterlaluan. Menyelundupkan pengupas bawang dan data palsu ke dalam pidato Presiden," tulisnya di akun X pribadinya.
Didu juga menambahkan jika kejadian serupa terjadi di negara lain seperti China atau Korea Selatan, pelakunya bisa langsung dijatuhi hukuman mati.
"Kalau di China atau Korsel, orang seperti itu langsung dihukum mati," tandasnya.
Pidato Prabowo Jadi Sorotan
Sebelumnya, dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Prabowo memperkenalkan sosok Susana, seorang buruh harian pengupas bawang dari Kabupaten Bogor.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Susana menerima upah fantastis, yakni Rp700 ribu untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.
Pernyataan ini langsung memicu kehebohan di media sosial, termasuk Threads.
"Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram," kata Prabowo, dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Prabowo menjelaskan bahwa Susana juga merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako untuk mendukung pendidikan anak-anaknya.
Ungkapan tersebut segera dibandingkan warganet dengan penghasilan mereka, termasuk seorang dosen yang mengeluh tentang penghasilannya yang jauh dari upah pengupas bawang.
Pemerintah Tanggapi Kontroversi
Menanggapi ramainya perdebatan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pihaknya akan menelusuri kebenaran data yang dibacakan oleh Presiden.
"Nanti kita cek ya," ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta.
Pemerintah berjanji akan memastikan angka yang disebut dalam pidato tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
"Kalau detailnya kita cek," lanjutnya.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga nasional untuk bawang merah tercatat sebesar Rp34.546 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang putih Honan berada di kisaran Rp35.800 per kilogram.
Kesimpulannya, kontroversi terkait data bawang dalam pidato Prabowo memicu banyak reaksi dari publik, dan pemerintah berusaha untuk menelusuri kebenarannya.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-08-16)
0 Komentar