
- Ferdinand Hutahaean menilai kebijakan ekonomi Jokowi sebagai kejahatan terhadap kedaulatan bangsa.
- Ia mengkritik investasi China yang menguasai sumber daya mineral Indonesia dan menyebut hilirisasi tidak menguntungkan bagi negara.
- Ferdinand percaya pengelolaan sumber daya alam yang baik seharusnya bisa mendukung anggaran negara dan kesejahteraan rakyat, namun kenyataannya justru sebaliknya.
Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, baru-baru ini mengungkapkan kritik tajam terhadap kebijakan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan oleh mantan Presiden Joko Widodo.
Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 14/08/2026, ia menganggap bahwa kebijakan tersebut bukan hanya kesalahan administratif, tapi juga merupakan kejahatan luar biasa terhadap kedaulatan bangsa.
Tudingan Penguasaan Sumber Daya Mineral oleh China
Ferdinand menyoroti adanya penguasaan besar-besaran di sektor pertambangan dan sumber daya mineral yang kini dikuasai oleh investasi dari China.
Ia berpendapat bahwa kebijakan hilirisasi yang diterapkan tidak mendukung kepentingan nasional dalam jangka panjang, malah menguras kekayaan Indonesia untuk kepentingan negara lain.
"China telah menguasai hampir semua sumber daya mineral kita karena kebijakan Jokowi. Dan, ini adalah sebuah kejahatan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara," ujar Ferdinand, Jumat (14/8/2026).
Ia meyakini bahwa kekayaan mineral Indonesia seharusnya dapat memberi dukungan yang kuat terhadap anggaran negara tanpa ketergantungan pada utang luar negeri.
Namun, ia juga mencatat bahwa bukannya menyejahterakan rakyat, hasil dari sumber daya alam justru habis terkuras.
"Sumber daya mineral kita seharusnya mampu menopang anggaran negara kita secara mutlak. Tapi semua itu sekarang atas nama hilirisasi telah digadaikan oleh Jokowi," terangnya.
Singgung Potensi Anggaran dan Dampak bagi Kesejahteraan Rakyat
Ferdinand menegaskan bahwa jika sumber daya alam dikelola dengan baik, pendapatan dari sektor pertambangan seharusnya bisa menutupi kebutuhan subsidi masyarakat dan mengatasi masalah kemiskinan.
Ia menutup kritiknya dengan rasa kecewa yang dalam atas habisnya cadangan mineral strategis yang tidak meninggalkan dampak berarti bagi kesejahteraan rakyat.
"Sumber daya mineral kekayaan alam kita yang begitu besar harusnya melimpah untuk membiayai anggaran negara, membiayai subsidi untuk rakyat, sumber daya mineral, habis, habis ludes semua diambil oleh mereka karena Jokowi," pungkasnya.
👇👇
Kesimpulannya, kritik dari Ferdinand Hutahaean menunjukkan ketidakpuasan terhadap pengelolaan sumber daya mineral di Indonesia selama masa kepemimpinan Jokowi.Dengarkan baik-baik kalo kalian masih memuji Jokowi, berarti memang bungul.
Ferdinand Hutahaean: Akhirnya Rakyat menanggung beban utang ugal-ugalan Jokowi 10 ribu T. pic.twitter.com/hwJY6WQgpk
— Chusnul ch💞timah (@ch_chotimah2) August 13, 2026
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (14/08/2026)
0 Komentar