Eks Kader PSI: Sayembara Ijazah Gibran Tak Ada Gunanya, Dia Tidak Punya

📌 Ringkasan Berita:
  • Sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka menarik perhatian dengan total hadiah mencapai Rp2 miliar.
  • Gibran tidak memiliki ijazah SMA dari sekolah di Indonesia karena menyelesaikan pendidikan menengah di luar negeri yang setara dengan SMA di Indonesia.
  • Pakar hukum Denny Indrayana mendorong publik untuk berpartisipasi dalam sayembara ini, sementara Ade Armando menjelaskan latar belakang pendidikan Gibran yang sudah diakui oleh pemerintah.

Sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belakangan ini menarik perhatian karena total hadiahnya yang sudah menembus Rp2 miliar.

Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-21, pakar hukum tata negara Denny Indrayana mengumumkan jumlah hadiah sayembara tersebut, tetapi ada pandangan berbeda soal dokumen pendidikan Gibran.

Mantan kader PSI, Ade Armando, menjelaskan bahwa persoalan ini seharusnya dilihat dari riwayat pendidikan Gibran, yang tidak memiliki ijazah SMA dari sekolah di Indonesia karena pendidikan menengahnya di luar negeri.

Di sisi lain, Denny terus mendorong publik untuk menunjukkan dokumen pendidikan yang menjadi fokus sayembara ini.

"Hadiah Sayembara Ijazah SMA/Sederajat Gibran tembus Rp 2 Miliar," tulis Denny Indrayana di akun X.

Denny menambahkan bahwa sayembara ini kini dikampanyekan lebih terbuka karena semakin banyak orang yang ingin berpartisipasi.

Ia juga mengundang masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap sayembara ini.

"Sekarang sudah saya kampanyekan lebih terbuka, karena banyak yang ingin partisipasi membantu," ujarnya.

"Bagi yang ingin ikut menyumbang, silakan japri saya. Nama bisa kami rahasiakan, dana tidak perlu ditransfer, cukup komitmen. Kecuali ijazah SMA/sederajat Gibran memang ditunjukkan," ungkap dia.

Sementara itu, Ade Armando menambahkan penjelasan mengenai latar belakang pendidikan Gibran di tengah sayembara yang nilai hadiahnya terus meningkat.

Ia menyatakan, “Kita semua harus tahu Gibran memang tidak pernah lulus SMA di Indonesia," dalam tayangan di akun Instagram.

“Dia tidak punya ijazah SMA karena dia mengikuti proses pendidikan sekolah menengah di luar negeri yang setara dengan SMA di Indonesia," ujar Ade.

Ade menjelaskan bahwa Gibran bersekolah di Orchid Park Secondary School, Singapura, dari 2002 hingga 2004.

Setelah itu, Gibran melanjutkan pendidikan di UTS Insearch, Sydney, Australia, pada 2004-2007.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Gibran melanjutkan ke Management Development Institute of Singapore (MDIS) yang bekerja sama dengan University of Bradford dari 2007 hingga 2010.

Persoalan yang muncul bukan hanya tentang ada atau tidaknya ijazah SMA yang diterbitkan oleh sekolah di Indonesia, tetapi lebih ke status kesetaraan pendidikan yang dijalani Gibran di luar negeri.

Ade menjelaskan bahwa pendidikan tersebut sudah diakui oleh pemerintah Indonesia.

“Ya setara, dan itu ditetapkan melalui surat keterangan penyetaraan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan,” katanya.

Dalam konteks ini, kita bisa melihat betapa pentingnya pengakuan pendidikan dari luar negeri, terutama bagi mereka yang menjalani pendidikan di luar tanah air.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-08-21)

0 Komentar

Produk Sponsor