DPR Kecam Promosi Miras dengan Ayat Al Quran di Festival Musik

📌 Ringkasan Berita:
  • DPR mengecam penggunaan ayat Al-Quran dalam promosi minuman alkohol oleh penyelenggara festival musik dan meminta tindakan tegas.
  • Kementerian Perdagangan dan BPKN diminta untuk menyelidiki pelanggaran serta mengevaluasi perizinan produk terkait promosi tersebut.
  • Penyelenggara acara, The Sounds Project, telah meminta maaf dan menegaskan bahwa insiden tersebut di luar pengetahuan mereka, serta mengecam perilaku yang merendahkan nilai-nilai agama.

Penyelenggara festival musik dituntut untuk bertanggung jawab atas penggunaan ayat Al-Quran dalam promosi minuman beralkohol merek Newport.

DPR Memberi Peringatan Serius

Melansir pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-11, Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mengecam promosi tersebut dan meminta tindakan tegas terhadap isu ini.

Kawendra mengungkapkan bahwa penggunaan ayat Al-Quran untuk promosi minuman keras bukan sekadar masalah strategi pemasaran.

Menurutnya, ini sudah menyentuh pada sensitivitas agama dan etika bisnis yang perlu disikapi dengan serius.

Kawendra meminta agar penyelenggara dan pihak terkait tidak menggunakan kreativitas pemasaran sebagai alasan untuk melanggar norma dan kepatutan.

Dia juga mendorong Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) untuk menyelidiki lebih lanjut apakah ada pelanggaran dalam promosi tersebut.

Kawendra menegaskan, "Saya mendorong BPKN untuk menginvestigasi secara menyeluruh. Kalau ditemukan pelanggaran, jangan berhenti pada permintaan maaf atau klarifikasi. Harus ada tindakan dan sanksi yang tegas sesuai aturan."

Evaluasi dari Kementerian Perdagangan

Selain BPKN, Kementerian Perdagangan juga diminta untuk mengevaluasi aspek perizinan dan distribusi produk jika ada pelanggaran yang terungkap.

Kawendra percaya pelaku usaha memiliki ruang untuk berinovasi dalam pemasaran, tetapi tanpa mengabaikan norma agama.

Dia menambahkan, "Ruang usaha terbuka lebar. Kreativitas marketing juga penting. Tetapi jangan sampai kreativitas mengorbankan moralitas dan sensitivitas agama demi mengejar penjualan. Ini yang harus menjadi batas bersama."

Respon Publik dan Permintaan Maaf

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video promosi di booth sponsor Newport saat The Sounds Project, pada 9 Agustus 2026, viral di media sosial.

Dalam video itu, pengunjung merekam tantangan menghafal surat Ad-Dhuha yang memberi hadiah minuman beralkohol.

Pihak penyelenggara, The Sounds Project, kemudian menyampaikan permohonan maaf dan mengecam aktivitas tersebut.

Mereka menegaskan bahwa kejadian itu di luar pengetahuan dan kontrol panitia.

Pihak The Sounds Project juga menyatakan, "Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apapun."

Penyelenggara juga mengungkapkan telah menegur pihak sponsor terkait insiden ini.

Kesimpulan dan Diskusi

Isu ini menunjukkan pentingnya menjaga etika dalam pemasaran dan menghormati nilai-nilai masyarakat.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-08-11)

0 Komentar

Produk Sponsor