
- Sayembara mencari ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka kini hadiahnya mencapai Rp351 juta, namun belum ada peserta yang berhasil menunjukkan dokumen tersebut.
- Denny Indrayana mempertanyakan keberadaan ijazah Gibran, terutama karena sikapnya yang berbeda dalam mempublikasikan ijazah perguruan tinggi.
- Situasi ini menyoroti perlunya transparansi dalam pendidikan publik di kalangan pejabat, dan Denny mengajak semua pihak untuk lebih terbuka dalam diskusi ini.
Sayembara untuk mencari ijazah SMA atau sederajat milik Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, terus bergulir.
Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 17/08/2026, Denny Indrayana mengklaim hadiah sayembara tersebut kini sudah mencapai Rp351 juta.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada peserta yang berhasil menunjukkan dokumen pendidikan Gibran.
Denny juga mempertanyakan keberadaan ijazah tersebut, terutama di tengah pro dan kontra yang ada, termasuk dari sejumlah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Hadiah Sayembara Tembus Rp351 Juta
Denny membagikan info terbaru mengenai sayembara ini.
Ia menyampaikan bahwa hadiah yang terkumpul kini sudah tembus Rp351 juta.
"Setelah seminggu, Sayembara Menunjukkan Ijazah SMA atau sederajat Mas Gibran, yang kini hadiahnya Rp351 juta, belum juga ada pesertanya," ujar Denny pada Senin (17/8/2026).
Denny menambahkan, belum ada yang mampu memenuhi tantangan tersebut, dan ini membuatnya kembali mempertanyakan dokumen pendidikan menengah Gibran.
Ia juga membandingkan sikap Gibran terkait dokumen pendidikan SMA dengan ijazah perguruan tinggi yang pernah dipublikasikan.
"Tidak juga Mas Gibran menunjukkan SMA atau sederajatnya, seperti ketika beliau semangat menunjukkan ijazah S1-nya," ucapnya.
Denny Pertanyakan Sikap Gibran
Denny mengungkapkan keheranannya terhadap perbedaan sikap Gibran soal dokumen pendidikan.
Dengan situasi ini, Denny kembali mengajak semua pihak untuk lebih transparan dalam membahas pendidikan publik.
Sebagai penutup, berita ini membawa kita pada pertanyaan seputar transparansi infrastruktur pendidikan di kalangan pejabat publik.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (17/08/2026)
0 Komentar