Dedi Siap Gabung Anies Jika Gerindra Mengesampingkan Elektabilitasnya

📌 Ringkasan Berita:
  • Elektabilitas Dedi Mulyadi saat ini mencapai 35%, jauh lebih tinggi dibandingkan Prabowo Subianto yang hanya 14,5% menurut SMRC.
  • Jika Dedi terus dekat dengan masyarakat, ada kemungkinan elektabilitasnya semakin meningkat, yang bisa menjadi ancaman bagi Prabowo dan partainya, Gerindra.
  • Dedi Mulyadi berpotensi pindah partai jika merasa terpinggirkan di Gerindra, dan bisa saja berkolaborasi dengan Anies Baswedan untuk Pilpres 2029.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menyebutkan bahwa elektabilitas Dedi Mulyadi yang lebih tinggi dari Prabowo Subianto bisa berdampak signifikan dalam dunia politik.

Elektabilitas Dedi yang Meningkat

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-14, Dedi Mulyadi memiliki angka elektabilitas mencapai 35 persen, sedangkan Prabowo hanya di angka 14,5 persen menurut Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Sementara itu, versi Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Prabowo unggul tipis dengan elektabilitas 23,4 persen, sementara Dedi di 21,7 persen.

Meski begitu, ada kemungkinan elektabilitas Dedi bisa semakin meningkat jika ia terus dekat dengan masyarakat, khususnya warga Jawa Barat.

Jika elektabilitas Dedi terus menanjak, hal ini bisa menjadi ancaman bagi Prabowo, karena Gerindra mungkin tidak ingin kadernya memiliki elektabilitas lebih tinggi.

"Kader seperti itu bisa saja akan diasingkan di internal Gerindra. Dedi bisa saja tidak diberi peran strategis di Gerindra. Kalau hal itu terjadi, bisa saja Dedi akan melakukan perlawanan. Dedi bisa saja berlabuh ke partai lain untuk mewujudkan ambisi politik," kata Jamiludin kepada Warta Ekonomi.

Menurut Jamiludin, berpindah partai bukanlah hal yang aneh bagi Dedi, mengingat ia sebelumnya adalah kader Golkar sebelum bergabung dengan Gerindra.

"Karena itu, tidak menutup peluang Dedi akan loncat pagar. Apalagi bila nantinya PT menjadi 0 persen, sehingga Dedi akan lebih mudah mencari perahu lain untuk bisa ikut Pilpres," pungkasnya.

Lebih lanjut, Jamiludin juga menyebut, "Salah satunya bisa saja Dedi bergabung dengan Anies Baswedan untuk maju pada Pilpres 2029. Dua sosok ini akan sangat kuat bila bersatu. Setidaknya dua sosok ini dapat membius kalangan religius dan nasionalis untuk mendukung mereka," tandasnya.

Jadi, jika Dedi merasa diperlakukan kurang baik di Gerindra, ada kemungkinan besar ia akan bekerja sama dengan Anies untuk menghadapi Prabowo dalam Pilpres 2029.

Dengan segala dinamika di atas, menarik untuk diikuti bagaimana langkah Dedi ke depan akan mempengaruhi peta politik Indonesia.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-08-14)

0 Komentar

Produk Sponsor