Budi Arie: "Pemerintahan Prabowo Tak Sampai 2029" Saat Bersama Jokowi

📌 Ringkasan Berita:
  • Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, menilai situasi politik Indonesia saat ini memprihatinkan dan berpotensi berubah sebelum Pemilu 2029.
  • Dia mengungkapkan firasat tersebut kepada Presiden Jokowi dan menggunakan istilah "patahan sejarah" untuk menggambarkan kemungkinan perubahan yang tak terduga.
  • Rencana demonstrasi oleh beberapa kelompok pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI menambah ketegangan politik, dengan agenda pemberantasan korupsi dan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi baru-baru ini menyampaikan pandangan tentang situasi politik Indonesia yang ia anggap sedang memprihatinkan.

Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-25, ia menyoroti kondisi ini menjelang rencana aksi demonstrasi oleh beberapa kelompok di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus.

Dalam video yang beredar di media sosial, Budi Arie mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan pandangannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Budi mengaku memiliki firasat bahwa dinamika politik dapat berubah sebelum Pemilu 2029.

“Saya ngomong ke Pak Jokowi tadi, ‘Pak, insting saya ini kayaknya enggak sampai 2029’,” kata Budi Arie sebagaimana dikutip dari video yang beredar.

Budi tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan “enggak sampai 2029”, termasuk peristiwa atau skenario politik yang mungkin terjadi.

Ia juga menyinggung kemungkinan terjadinya perubahan cepat dan menggunakan istilah “patahan sejarah” untuk menggambarkan situasi yang dapat berkembang di luar perkiraan.

Pernyataan ini muncul saat tensi politik dan sosial mulai meningkat menjelang demonstrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Beberapa kelompok dilaporkan menyerukan aksi pada 27 Agustus 2026, dengan agenda seperti pemberantasan korupsi dan dorongan untuk pengesahan RUU Perampasan Aset.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa beberapa kelompok, termasuk Forum Studi Ilmu Hukum Universitas Terbuka dan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), berencana mengunjungi Gedung DPR RI pada hari tersebut.

Rencana aksi ini memunculkan berbagai respons, dengan beberapa pihak mendukung hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, sementara yang lain khawatir akan potensi gangguan keamanan.

Di tengah situasi ini, pernyataan Budi Arie tentang “insting” politik yang tidak sampai 2029 menarik perhatian lebih lanjut terhadap dinamika politik nasional.

Namun demikian, belum ada penjelasan yang menunjukkan bahwa pernyataan Budi Arie berkaitan langsung dengan rencana demonstrasi pada 27 Agustus.

Karena itu, tidak bisa serta-merta menghubungkan keduanya sebagai sebab-akibat.

Lebih jauh, Budi Arie mengajak semua pihak untuk mencermati kondisi sosial, ekonomi, dan politik serta bersiap menghadapi perubahan yang mungkin lebih cepat dari yang diperkirakan.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!


Sumber: gelora.co (2026-08-25)

0 Komentar

Produk Sponsor