Anies Baswedan Tolak Gibran Jadi Cawapres 2029, Sebut Perusak Konstitusi

📌 Ringkasan Berita:
  • Wacana pasangan calon presiden 2029 mulai ramai, dengan Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu kombinasi yang dibicarakan.
  • Geisz Khalifah, sahabat Anies, menolak keras ide tersebut, menegaskan bahwa dukungannya kepada Anies bukan karena kepentingan politik.
  • Geisz juga menyoroti isu konstitusi terkait batas usia calon presiden dan wakil presiden, menilai hal itu menyentuh prinsip dan etika politik.

Wacana soal pasangan calon yang bakal bertarung di Pemilihan Presiden 2029 mulai ramai dibicarakan.

Salah satu kombinasi yang jadi bahan obrolan adalah kemungkinan Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden saat ini.

Namun, rencana ini ditolak mentah-mentah oleh Geisz Khalifah, sahabat Anies yang juga mantan Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol.

Tanggapan Geisz Khalifah

Geisz mengungkapkan bahwa dia bakal sulit menerima jika Anies memilih Gibran sebagai calon wakil presiden.

Menurut Geisz, dukungannya kepada Anies tidak dibangun atas dasar kepentingan materi atau keuntungan politik.

Ia merasa memiliki kesamaan visi, gagasan, dan nilai dengan Anies yang membuatnya terlibat dalam perjuangan politik.

Prinsip di Atas Kekuasaan

Geisz menegaskan bahwa prinsip seharusnya tidak dikorbankan demi kekuasaan.

Dia menyebut hampir semua tokoh politik bisa dipasangkan dengan Anies, kecuali Gibran.

"Semua orang cocok sama Anies kecuali Gibran. Kecuali Gibran," ujar Geisz.

Persoalan Konstitusi

Geisz juga mengangkat isu terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah ketentuan batas usia minimum calon presiden dan calon wakil presiden menjelang Pilpres 2024.

Ia menilai masalah ini menyentuh prinsip dan etika politik.

"Dibuat sayang gak cocok aja gitu, ya gimana..."

Kesimpulannya, penolakan dari Geisz menunjukkan adanya perbedaan pandangan dalam dunia politik menjelang Pilpres 2029.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (16/08/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor