
- Anies Baswedan berbicara tentang "Kabinet Bayangan" dalam podcast, menganggapnya sebagai wadah kritik dan gagasan dari masyarakat.
- Dia menjelaskan bahwa kabinet bayangan di Indonesia berbeda dari sistem parlementer dan bisa membantu publik mendapatkan sudut pandang alternatif terhadap kebijakan pemerintah.
- Anies menegaskan bahwa dia tidak menjabat sebagai presiden kabinet bayangan tersebut, meskipun namanya banyak disebut-sebut dalam konteks itu.
Nama Anies Baswedan lagi-lagi jadi bahan pembicaraan karena terhubung dengan fenomena “Kabinet Bayangan” yang belakangan banyak dibahas.
Pernyataan Anies di Podcast
Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-13, Anies ngomong tentang isu ini saat dia jadi tamu di podcast Talk of Life yang dipandu Sammy Notaslimboy dan David Nurbianto di YouTube NOTASLIMBOY TV pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Gagasan Kabinet Bayangan
Anies memberikan pandangan positif mengenai gagasan kabinet bayangan, yang menurutnya bisa jadi tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan gagasan lebih terarah.
Kritik dan Aspirasi Publik
“Menurut saya ya, kabinet bayangan tuh bagus sebetulnya. Kenapa? Karena muncul pribadi-pribadi yang secara terbuka dikatakan dia portofolionya keuangan, portofolionya luar negeri, portofolionya tentang hukum,” kata Anies, dikutip Kamis (13/8/2026).
Anies juga bilang kalau konsep di Indonesia itu beda dengan kabinet bayangan yang ada di sistem parlementer.
“Ini kan bukan kabinet bayangan seperti di dalam sistem parlementer ya, lebih terstruktur barang kali,” ujarnya.
Dia menjelaskan kalau salah satu fungsi kabinet bayangan adalah menghadirkan orang-orang yang punya fokus atau keahlian tertentu.
Dengan gitu, masyarakat bisa punya rujukan saat mau mengkritisi kebijakan pemerintah.
“Karena muncul pribadi-pribadi yang secara terbuka dikatakan dia portofolionya keuangan, portofolionya luar negeri, portofolionya tentang hukum,” ucap Anies.
Anies percaya kalau pembagian bidang itu bisa membantu publik mendapatkan sudut pandang alternatif saat pemerintah ngeluarin kebijakan.
“Ketika nanti di pemerintahan itu ada kebijakan A B C D, publik itu bisa mencari counter komen dari orang-orang yang punya portofolio itu,” lanjut Anies.
Selain jadi ruang kritik, Anies juga melihat kabinet bayangan sebagai tempat buat mereka yang punya ide tapi sulit nyampein langsung ke pemerintah.
“Publik yang punya gagasan, punya ide yang nggak bisa nembus ke struktur pemerintahan. Sekarang nih ada nih struktur baru yang mereka bisa nerima tuh,” ungkap Anies.
Menyimak lebih lanjut, Sammy nanya soal poster yang beredar dengan nama Anies sebagai presiden Kabinet Bayangan.
“Dikatakan bahwa kabinet bayangan ini presidennya Pak Anies,” tanya Sammy.
Menanggapi hal itu, Anies menjawab singkat dan tegas.
“Tidak,” jawab Anies.
Kesimpulannya, Anies Baswedan menjelaskan pandangannya tentang kabinet bayangan dan menegaskan bahwa dia tidak menjabat sebagai presiden kabinet tersebut.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-08-13)
0 Komentar