Anggota Projo Dikenakan Sanksi Usai Bagikan Video Budi Arie dan Jokowi

📌 Ringkasan Berita:
  • Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, mengklarifikasi bahwa pernyataannya tentang kemungkinan percepatan pemilu yang viral bukanlah sikap resmi Jokowi dan tidak dirancang untuk disebarluaskan.
  • Rekaman yang bocor seharusnya hanya untuk dokumentasi internal Projo, dan anggota yang membagikannya telah dikenai sanksi organisasi.
  • Budi Arie mengingatkan publik untuk tidak menganggap pernyataannya sebagai representasi Jokowi, dan mengaitkan polemik tersebut dengan upaya pihak-pihak tertentu untuk membenturkan Jokowi dan Prabowo.

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi baru-baru ini membahas tentang video yang menunjukkan dia berbicara soal kemungkinan percepatan pemilu di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Budi Arie Tak Mengetahui Siapa Pengunggah Video

Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-29, Budi Arie mengungkapkan bahwa dia tidak tahu siapa yang merekam percakapan tersebut saat acara silaturahmi kemerdekaan dengan mantan presiden dan para relawan.

Dia juga menegaskan bahwa tidak pernah merancang atau memerintahkan agar pembicaraan itu direkam untuk disebarluaskan.

“ Saya juga tidak mendesain rekaman. Saya juga tidak tahu siapa yang merekam awalnya. Tidak pernah memerintahkan untuk merekam. Tiba-tiba pernyataan saya itu viral. Saya tidak ada tendensi untuk memviralkan diri dengan pernyataan saya itu,” ujar Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana rekaman yang awalnya bersifat internal bisa tersebar dan terpublikasi.

Polemik Video Tak Lepas dari Kondisi Politik Terkini

Budi Arie juga menilai bahwa polemik mengenai video tersebut tidak lepas dari situasi politik yang ada, di mana ada pihak-pihak yang berusaha membenturkan Jokowi dengan Prabowo Subianto.

“ Kami menyadari bahwa ada pihak-pihak yang ingin membenturkan Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” katanya.

Budi Arie kembali menegaskan bahwa pandangannya tentang kemungkinan percepatan pemilu adalah opini pribadi dan bukan sikap resmi dari Jokowi.

Ia meminta publik untuk tidak menganggap pernyataannya sebagai representasi dari pendapat mantan presiden hanya karena mereka berada dalam satu ruangan saat itu.

Penyebar Video Sudah Diberi Sanksi

Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menjelaskan bahwa rekaman yang seharusnya hanya untuk dokumentasi internal organisasi ternyata bocor setelah dibagikan oleh salah satu anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Freddy menyebutkan bahwa anggota yang membagikan video tersebut sudah dikenai sanksi organisasi, tetapi dia memilih untuk tidak mengungkap identitasnya atau jenis sanksi tersebut.

"Sudah diberikan sanksi secara organisasi," kata Freddy.

Dia menekankan bahwa video itu awalnya tidak dimaksudkan untuk konsumsi publik dan dibuat sebagai bagian dari dokumentasi internal Projo.

Narasi Pemicu Polemik

Sebelumnya, Budi Arie mendapat banyak kritik karena pernyataan kontroversialnya yang viral di media sosial, di mana ia menyatakan bahwa pemilu bisa jadi berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan situasi sosial dan ekonomi masyarakat, yang membuatnya membandingkan dengan situasi menjelang pemilu sebelumnya.

Dalam situasi ini, semua orang sepertinya perlu lebih berhati-hati dengan informasi yang dibagikan.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!



Sumber: gelora.co (2026-08-29)

0 Komentar

Produk Sponsor